Jakarta, mediabengkulu.co – Presiden Prabowo Subianto menjadikan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai program nasional berbasis pencegahan.
Program Kementerian Kesehatan ini mendapat respons positif dari masyarakat sepanjang 2025.
Data Kemenkes mencatat lebih dari 70 juta warga memanfaatkan layanan CKG.
Dari 73.128.356 pendaftar, sebanyak 70.292.151 peserta hadir atau setara 96,12 persen tingkat kehadiran.
Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan gratis pemerintah.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menilai partisipasi tersebut menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini penyakit.
“Lebih dari 70 juta peserta menjadi bukti kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin terus meningkat,” kata Aji, Rabu (7/1/2026).
Secara nasional, CKG telah menjangkau 70,8 juta orang atau sekitar 24,9 persen dari total penduduk.
Capaian ini menjadi dasar pemerintah untuk memperluas program pada 2026.
Kemenkes menargetkan cakupan CKG mencapai 46 persen penduduk pada 2026 dan mencakup seluruh kelompok usia.
“Target pemeriksaan kesehatan gratis pada semua kelompok usia sebesar 46 persen dari total penduduk,” ujar Aji.
Program CKG menjadi terobosan layanan kesehatan nasional.
Untuk pertama kalinya, pemerintah menyediakan cek kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat sebagai bagian dari transformasi layanan promotif dan preventif.
Pelaksanaan CKG didukung ribuan tenaga kesehatan. Program ini berjalan di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan melibatkan lebih dari 10.000 fasilitas kesehatan.
Sebagai program quick win Presiden Prabowo, CKG diharapkan memperkuat budaya sadar kesehatan dan mempercepat pencegahan penyakit di Indonesia. (**)
Presiden Prabowo Tetapkan CKG Program Kesehatan Preventif Nasional






