Jakarta, mediabengkulu.co – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia kembali mencapai swasembada pangan.
Capaian ini menegaskan keberhasilan strategi ketahanan pangan pemerintah dan menjadi tonggak kedaulatan pangan nasional.
Presiden menyebut swasembada beras diraih hanya dalam satu tahun. Target tersebut jauh lebih cepat dari rencana awal empat tahun.
Menurut Presiden, swasembada beras bukan sekadar soal produksi. Ia menegaskan hal itu menyangkut kedaulatan, harga diri, dan kemerdekaan bangsa.
“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangannya tergantung bangsa lain,” kata Presiden Prabowo, Kamis (8/1/2026).
Ia menambahkan, kemandirian pangan menjadi fondasi utama ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global.
Keberhasilan ini juga ditegaskan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Ia menyebut panen raya di Karawang sebagai simbol tercapainya swasembada beras dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo.
“Kita telah berhasil dalam satu tahun ini mencapai swasembada beras,” ujar Prasetyo di Hambalang, Jawa Barat.
Prasetyo menyampaikan, capaian tersebut berdampak langsung pada kebijakan impor. Indonesia kini tidak lagi mengimpor beras.
Cadangan beras nasional pun tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah.
“Kita tidak boleh puas. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya.
Presiden Prabowo mendorong percepatan swasembada komoditas lain, seperti jagung, bawang, ikan, dan telur.
Sebelumnya, Presiden menyatakan per 31 Desember 2025 Indonesia resmi swasembada beras.
Cadangan nasional menembus lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah dan melampaui capaian era sebelumnya.
Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi fondasi kemandirian pangan dan energi, sekaligus memperkuat optimisme Indonesia di tengah tantangan global. (**)
Swasembada Pangan Jadi Bukti Strategi Ketahanan Nasional Era Presiden Prabowo






