Jakarta, mediabengkulu.co – Pemerintah terus mendorong Program Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi rakyat, penguat UMKM desa, dan pencipta lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan sedikitnya 25 ribu Kopdes Merah Putih sudah beroperasi pada Maret 2026 dari total rencana 81 ribu koperasi secara nasional.
“Minimal 25 ribu koperasi akan berfungsi pada Maret–April,” ujar Prabowo.
Ia optimistis jumlah koperasi aktif terus bertambah hingga akhir tahun. Pemerintah menargetkan sedikitnya 60 ribu Kopdes Merah Putih beroperasi pada Desember 2026.
Menurut Prabowo, koperasi akan menjadi tulang punggung ekonomi rakyat dan memperkuat kebangkitan ekonomi nasional di berbagai sektor.
“Ini tanda ekonomi nasional akan kembali menguat,” tegasnya.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut Kopdes Merah Putih dirancang untuk menjawab keterbatasan lapangan kerja, khususnya bagi generasi milenial dan Gen Z.
Ia menilai koperasi desa dapat membuka peluang usaha baru melalui unit bisnis produktif dan layanan berbasis komunitas.
“Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi solusi lapangan kerja bagi anak muda di desa,” kata Ferry saat Rapat Kerja Kementerian Koperasi di Bogor, Rabu (14/1/2026).
Ferry juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia dan kolaborasi lintas sektor agar koperasi dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Hingga saat ini, pemerintah telah memetakan lebih dari 44 ribu titik lahan untuk gerai Kopdes Merah Putih, dengan sekitar 13 ribu lokasi telah terbangun.
Selain itu, tercatat lebih dari 83 ribu koperasi berbadan hukum dengan 1,65 juta anggota dan sekitar 690 ribu pengurus sebagai fondasi penguatan UMKM desa dan penciptaan kerja jangka panjang. (**)
Kopdes Merah Putih Digenjot, UMKM Desa Tumbuh dan Lapangan Kerja Baru Terbuka






