Jakarta, mediabengkulu.co – Pemulihan infrastruktur pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera mulai menunjukkan hasil.
Akses jalan ke daerah terdampak kini semakin lancar dan berdampak langsung pada percepatan distribusi bantuan.
Kondisi tersebut mempermudah penyaluran logistik, layanan kesehatan, serta mobilitas petugas di lapangan.
Penanganan bencana pun berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pemerintah memprioritaskan perbaikan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan sumber daya air.
“Kami fokus pada normalisasi sungai, penguatan tanggul, dan penyediaan air bersih agar aktivitas masyarakat segera pulih dan risiko bencana lanjutan berkurang,” ujar Dody, Rabu (14/1/2026).
Seiring membaiknya akses, Perum Bulog meningkatkan distribusi bantuan pangan ke wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga tiga kali lipat.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut Bulog menerapkan skala prioritas penyaluran, mulai dari daerah terisolasi hingga wilayah paling terdampak.
Di Aceh, Bulog mengoperasikan 15 gudang dengan total stok beras cadangan pemerintah mencapai 64.889 ton dan minyak goreng 307.220 kiloliter.
Bantuan beras bencana yang telah disalurkan mencapai 12.561 ton.
“Kami juga telah mengirim tambahan 5.000 ton beras sesuai permintaan Gubernur Aceh,” kata Ahmad.
Bulog memprioritaskan wilayah Takengon dan Bener Meriah yang sempat terisolasi.
Total bantuan pangan beras di Aceh tercatat 8.922 ton dan minyak goreng 1.784 liter.
Sementara di Sumatera Utara, Bulog mengelola 19 gudang dengan stok beras 17.904 ton dan minyak goreng 284.588 kiloliter.
Bantuan beras bencana yang telah disalurkan mencapai 5.098 ton.
Ahmad memastikan stok pangan aman menjelang Ramadan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Beras, minyak, dan gula tersedia cukup,” ujarnya.
Pemerintah optimistis perbaikan akses dan ketersediaan logistik akan mempercepat pemulihan ekonomi dan kehidupan warga terdampak bencana di Sumatera. (**)
Jalan Mulus, Bantuan Ngebut: Distribusi Logistik Bencana di Sumatera Meningkat






