Pemerintah Pacu Hilirisasi Semikonduktor, Bidik Daya Saing ASEAN

Pemerintah Pacu Hilirisasi Semikonduktor, Bidik Daya Saing ASEAN. (Foto: ist)

Jakarta, mediabengkulu.co – Pemerintah menggenjot hilirisasi industri semikonduktor untuk memperkuat daya saing Indonesia di kawasan ASEAN.

Fokus utama diarahkan pada penguatan riset dan pengembangan desain chip agar Indonesia masuk dalam rantai nilai global industri semikonduktor.

Chairman Indonesia Chip Design Collaborative Center, Trio Adiono, menegaskan desain chip menjadi pintu masuk strategis bagi Indonesia untuk bersaing di level global.

“Chip design adalah langkah awal yang paling realistis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok semikonduktor dunia,” kata Trio, Kamis (15/1/2026).

Ia menyebut, kolaborasi riset dan pendidikan menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen pengetahuan, talenta, dan solusi teknologi.

Saat ini, ICDEC menggandeng sejumlah perusahaan nasional seperti NICSLAB, Polytron, INTI, Samator, dan LEN. Dukungan juga datang dari mitra global, antara lain Cadence, Qualcomm, IMEC, ASML, Fraunhofer, dan High Tech NL.

Kolaborasi lintas negara ini mempercepat transfer teknologi sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia nasional di sektor semikonduktor.

Dukungan pemerintah ditegaskan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Ia menyatakan Kemenperin konsisten mendorong penguatan industri berbasis teknologi tinggi, termasuk semikonduktor, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Dalam lima tahun terakhir, Kemenperin aktif terlibat langsung dalam pengembangan chip design di Indonesia,” ujar Agus.

Ia juga mengungkapkan kerja sama dengan Apple melalui nota kesepahaman yang mencakup pengembangan riset dan inovasi desain chip bersama ICDEC.

“Ini menegaskan Indonesia mulai membangun kapabilitas sebagai bagian dari ekosistem inovasi global, bukan sekadar pasar,” katanya.

Pengembangan industri semikonduktor nasional telah masuk dalam Blue Book Bappenas dan menjadi agenda lintas kementerian.

Kemenperin juga menyiapkan fasilitas riset dengan menyediakan ruang khusus di Indonesia Manufacturing Center.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya sinergi semikonduktor dan kecerdasan buatan.

“Semikonduktor dan AI akan menentukan masa depan teknologi. Kombinasi hardware dan software menjadi kekuatan utama,” ujar Airlangga.

Melalui hilirisasi, kolaborasi global, dan dukungan kebijakan terpadu, pemerintah optimistis Indonesia mampu memperkuat posisi dan bersaing strategis di industri semikonduktor ASEAN. (**)