Pengamat Apresiasi Kunjungan Prabowo ke Inggris, Dinilai Perkuat Posisi Indonesia di Dunia

Jakarta, mediabengkulu.co – Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke London, Inggris, pada 18–21 Januari 2026 mendapat apresiasi luas.

Lawatan ini dinilai memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional dan menghasilkan kerja sama strategis yang konkret.

Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro menilai diplomasi Presiden Prabowo menunjukkan Indonesia semakin aktif dan diperhitungkan dalam pergaulan global.

“Di era Presiden Prabowo, Indonesia terlihat jauh lebih aktif di panggung internasional. Ini membuat Indonesia semakin disegani dan dihormati negara lain,” kata Bawono.

Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda protokoler.

Presiden Prabowo membawa misi strategis untuk memperkuat kerja sama di sektor pertahanan dan keamanan, ekonomi, energi, lingkungan, serta penanganan perubahan iklim.

“Langkah ini membuka ruang lebih besar bagi Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan nasional di tingkat global,” ujarnya.

Kunjungan tersebut juga menghasilkan komitmen investasi dari Inggris Raya senilai 4 miliar pound sterling atau sekitar Rp90 triliun.

Investasi ini akan difokuskan pada sektor maritim, termasuk pembangunan 1.582 kapal nelayan yang seluruh proses produksinya dilakukan di Indonesia dan berpotensi menyerap ratusan ribu tenaga kerja.

Selain investasi, Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer membahas penguatan kemitraan strategis bilateral.

Pertemuan di 10 Downing Street menyoroti kerja sama pertahanan, pertumbuhan ekonomi, serta isu global seperti lingkungan dan perubahan iklim.

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden Prasetyo Hadi menegaskan pertemuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi Indonesia.

“Ada beberapa pertemuan yang menghasilkan hal-hal bermanfaat bagi negara kita,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta.

Kementerian Sekretariat Kabinet juga mencatat capaian kunjungan ini meluas ke bidang pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia.

Presiden Prabowo berdiskusi dengan akademisi dari sejumlah universitas ternama Inggris terkait peluang kolaborasi pendidikan, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta rencana pendirian kampus di Indonesia.

Berbagai kalangan menilai kunjungan ini mencerminkan strategi diplomasi ekonomi yang efektif dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Di tengah dinamika geopolitik global, langkah Presiden Prabowo dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis negara-negara besar dunia. (**)