Jakarta, mediabengkulu.co – Pemerintah mempercepat penanganan krisis sampah nasional melalui pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) modern.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memimpin program waste-to-energy sebagai solusi lingkungan sekaligus penguat energi hijau.
Program ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk mendorong teknologi ramah lingkungan dan investasi berkelanjutan.
Pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas PSEL di sejumlah kota prioritas yang dinilai siap secara teknis dan administratif.
Melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, pemerintah menunjuk Danantara sebagai penggerak utama proyek PSEL di lebih dari 30 kota.
Pada tahap awal, empat wilayah menjadi fokus pembangunan.
Setiap unit PSEL dirancang mengolah 1.000 hingga 1.500 ton sampah per hari.
PSEL tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan energi baru terbarukan untuk mendukung transisi energi nasional.
Lead of Waste-to-Energy Danantara Investment Management, Fadli Rahman, menegaskan pentingnya tata kelola proyek yang kuat.
“Danantara memastikan pengelolaan PSEL berjalan transparan sejak hulu, termasuk pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek berbasis mitigasi risiko,” ujar Fadli.
Guru Besar IPB, Prof. Dr. Arief Sabdo Yuwono, menilai pemilihan teknologi menjadi kunci keberhasilan PSEL.
“Teknologi harus menyesuaikan karakteristik sampah Indonesia yang didominasi sampah organik,” jelas Arief.
Senior Researcher Tenggara Strategics, Intan Salsabila Firman, menyebut PSEL sebagai instrumen penting pengelolaan sampah nasional.
“PSEL menangani sampah residu yang tidak terolah melalui 3R dan mendukung transisi energi. Tantangannya ada pada integrasi kebijakan, tata kelola, dan penerimaan publik,” kata Intan.
Sejumlah daerah mulai menyiapkan lahan dan kerja sama pembangunan PSEL. Proyek waste-to-energy di Bali, Medan, dan Bekasi ditargetkan mulai berjalan pada 2026.
Danantara juga telah menyiapkan proses tender dan menyaring penyedia teknologi berstandar global.
Pemerintah mendorong kemitraan perusahaan asing dan lokal guna mempercepat alih teknologi dan penguatan industri nasional.
Dengan dukungan kebijakan, tata kelola yang kuat, dan kolaborasi strategis, PSEL modern dinilai mampu menjadi solusi krisis sampah sekaligus memperkuat kemandirian energi Indonesia. (**)
Danantara Dorong PSEL Modern untuk Atasi Krisis Sampah Nasional






