Jakarta, mediabengkulu.co – Pemerintah mempertegas komitmen mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan pada 2026.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan serapan gabah dan beras nasional hingga 4 juta ton.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp39 triliun.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan rantai produksi dan cadangan pangan nasional.
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan target serapan 4 juta ton merupakan hasil sinergi lintas kementerian dan lembaga, terutama Perum Bulog.
“Target serapan gabah dan beras 2026 sebesar 4 juta ton kami dukung bersama. Dengan kerja sama solid, target ini bisa tercapai dan menjadi catatan sejarah ketahanan pangan Indonesia,” ujar Amran.
Optimisme pemerintah didukung peningkatan luas tanam padi pada Oktober–Desember 2025.
Luas tanam tercatat naik sekitar 500 ribu hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kami optimistis produksi tahun ini lebih besar selama tidak ada gangguan signifikan,” tambah Amran.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,7 juta ton.
Angka ini naik 13,5 persen dibandingkan 2024 sebesar 30,34 juta ton.
Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di akhir 2025 mencapai 3,25 juta ton.
Stok sempat menyentuh 4,2 juta ton pada Juli 2025, tertinggi sejak Bulog menerima penugasan pada 1969.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan Bulog menjalankan arahan Presiden terkait swasembada pangan nasional.
“Kami akan memaksimalkan penyerapan gabah dan beras petani, pengolahan, hingga penyaluran. Ini bentuk dukungan penuh terhadap swasembada pangan berkelanjutan,” kata Rizal.
Untuk memperkuat fondasi jangka panjang, Kementerian Pertanian membentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian di 33 provinsi melalui Permentan Nomor 39 Tahun 2025.
Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Fadjry Djufry mengatakan balai tersebut mempercepat modernisasi pertanian berbasis teknologi.
“Balai ini memastikan ketersediaan benih dan bibit sumber bermutu serta tersertifikasi guna meningkatkan produktivitas pertanian nasional,” ujar Fadjry. (**)
Serap 4 Juta Ton, Pemerintah Perkuat Fondasi Swasembada Pangan Berkelanjutan






