Jakarta, mediabengkulu – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menegaskan dukungan penuh Kementerian ATR/BPN terhadap pembangunan Sekolah Terintegrasi sebagai Program Prioritas Nasional.
Dukungan difokuskan pada kepastian penyediaan tanah dan penataan ruang.
Pernyataan itu disampaikan Ossy saat Rapat Tingkat Menteri Pembangunan Sekolah Terintegrasi di Kemenko PMK, Kamis (29/1/2026).
“Program prioritas Presiden Prabowo Subianto kami dukung penuh, terutama dalam pemenuhan kebutuhan tanah dan ruang,” kata Ossy.
Ia menekankan, proses pembangunan akan lebih cepat jika lahan sudah tersedia.
Lahan bisa berasal dari pemerintah daerah atau aset negara seperti BUMN dan BUMD.
ATR/BPN, kata dia, siap melakukan verifikasi status tanah, pengukuran, pendaftaran, hingga penerbitan sertipikat.
“Jika tanahnya siap, tugas kami memastikan legalitasnya lalu mensertipikatkan,” ujarnya.
Ossy juga membuka peluang pemanfaatan tanah telantar dan bekas lahan perkebunan melalui penyesuaian tata ruang.
Langkah ini memiliki dasar hukum kuat, mengacu PP Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah, yang memungkinkan penggunaan tanah untuk kepentingan umum, termasuk pendidikan.
Namun, ia mengingatkan agar pembangunan sekolah tidak mengorbankan lahan sawah produktif.
“Alih fungsi lahan pertanian harus ditekan. Ini bagian dari arahan Presiden untuk menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.
ATR/BPN, lanjut Ossy, siap bersinergi dengan Kemenko PMK dan Kemendikdasmen agar pembangunan Sekolah Terintegrasi berjalan cepat dan sesuai aturan.
“Kami siap mendukung dari pengadaan tanah sampai sertipikasi,” katanya.
Senada, Menko PMK Pratikno menegaskan pentingnya kepastian lahan agar proyek tidak tersendat.
“Kami dorong percepatan, mulai dari penyiapan lahan, regulasi, hingga dukungan anggaran, agar penugasan Presiden segera terlaksana,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan Sekolah Terintegrasi menjadi solusi pemerataan akses pendidikan dengan dukungan tata ruang yang pasti dan legalitas lahan yang jelas. (**)
Wamen Ossy Pastikan Tanah dan Tata Ruang Siap untuk Sekolah Terintegrasi






