Sekolah Rakyat Dipercepat, Anak Rentan Dijamin Sekolah

Siswa mengikuti kegiatan belajar di Program Sekolah Rakyat untuk mencegah anak rentan putus sekolah
Siswa mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat, program pemerintah untuk memastikan anak dari keluarga rentan tetap mengakses pendidikan bermutu. (foto: ist)

Jakarta, mediabengkulu – Pemerintah mempercepat pelaksanaan Program Sekolah Rakyat untuk mencegah anak dari keluarga rentan putus sekolah.

Program ini menjadi bukti kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan.

Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan bermutu dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Presiden Prabowo menegaskan Sekolah Rakyat adalah keputusan strategis negara.

Sekolah berasrama ini menyasar anak-anak yang tertinggal akibat keterbatasan ekonomi dan sosial.

“Sekolah ini ditujukan bagi anak-anak yang selama ini kehilangan harapan agar kembali percaya pada masa depan,” ujar Prabowo, Sabtu (31/1/2026).

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan dukungan penuh percepatan program.

Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan pemerintah menyiapkan kurikulum adaptif dan sistem pembelajaran berkelanjutan.

“Sekolah Rakyat berjalan sesuai kurikulum nasional dan memberi manfaat nyata bagi anak dari keluarga kurang mampu,” kata Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan Sekolah Rakyat menerapkan kurikulum multi-entry dan multi-exit.

Pendekatan ini menyesuaikan latar belakang dan kebutuhan siswa.

Guru dibekali pelatihan khusus agar pembelajaran adaptif dan kontekstual. Pendidikan juga diarahkan pada penguatan karakter dan kompetensi dasar.

“Sekolah Rakyat adalah ruang tumbuh generasi muda untuk menjadi bagian dari bangsa yang hebat,” tegasnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya mutu dan integritas penyelenggaraan.

Ia meminta kepala sekolah membangun sistem yang kuat dan berkelanjutan.

“Sekolah Rakyat harus dikenal karena kualitas lulusannya,” ujar Gus Ipul.

Ia menegaskan negara menargetkan lulusan Sekolah Rakyat memiliki daya saing dan karakter unggul.

Hingga 2025, sebanyak 166 Sekolah Rakyat rintisan beroperasi di 34 provinsi.

Program ini menampung 15.945 siswa dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.

Pemerintah juga membangun Sekolah Rakyat permanen di 104 titik.

Percepatan ini menegaskan komitmen negara agar tidak ada anak rentan yang tertinggal dari pendidikan. (**)