Wartawan Bengkulu Mulai Jadi Investor Saham, Ikut Sekolah Pasar Modal BEI

Wartawan PWI Bengkulu mengikuti edukasi dan pembukaan rekening efek dalam kegiatan Sekolah Pasar Modal BEI Bengkulu
Wartawan yang tergabung dalam PWI Bengkulu mengikuti kegiatan Sekolah Pasar Modal yang digelar BEI Perwakilan Bengkulu sebagai langkah awal investasi saham resmi. (foto: ist)

Bengkulu, mediabengkulu – Wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkulu mulai melirik investasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Para wartawan antusias mengikuti edukasi pasar modal, sekaligus membuka rekening efek secara resmi.

Kegiatan yang digelar BEI Perwakilan Bengkulu ini, menjadi langkah awal wartawan tidak hanya memahami teori, tetapi juga terjun langsung sebagai investor saham legal.

Kepala BEI Bengkulu, Marina, menyebut hubungan BEI dan insan pers di Bengkulu selama ini terjalin erat.

Komunikasi intens, termasuk melalui grup WhatsApp, dinilai efektif menyebarkan informasi pasar modal secara cepat dan akurat.

“Peran wartawan sangat penting dalam menyampaikan literasi pasar modal kepada masyarakat,” kata Marina, Senin (2/2/2026).

Ia menegaskan, tugas BEI tidak hanya sebatas sosialisasi. BEI juga mendorong perusahaan lokal agar berani melantai di bursa.

“Perusahaan yang go public punya peluang pendanaan lebih besar dan tata kelola yang lebih transparan,” ujarnya.

Marina mengingatkan masyarakat, agar berhati-hati dalam berinvestasi.

Ia menegaskan, perdagangan saham hanya boleh dilakukan melalui jalur resmi.

“Perdagangan efek difasilitasi BEI dan diawasi OJK. Jangan tergiur investasi dari pihak yang tidak jelas,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Marina menekankan pentingnya perencanaan keuangan sejak dini.

Risiko hidup seperti sakit, kehilangan pekerjaan, hingga inflasi, membuat investasi menjadi kebutuhan, bukan pilihan.

“Investasi jangka panjang membuat uang bekerja dan nilainya tumbuh melampaui inflasi,” jelasnya.

Ia menyebut saham sebagai instrumen investasi yang fleksibel dan likuid. Berbeda dengan tanah atau kebun, saham bisa diperjualbelikan kapan saja selama jam bursa.

“Saham cocok untuk investor pemula karena mudah dan transparan,” katanya.

Melalui program Sekolah Pasar Modal, wartawan tidak hanya menerima materi, tetapi juga difasilitasi membuka rekening efek dan mencoba transaksi saham secara langsung.

Pantauan di lokasi, para wartawan tampak aktif berdiskusi. Mereka mengajukan pertanyaan seputar mekanisme perdagangan, risiko investasi, hingga strategi memilih emiten potensial.

Ketua Hari Pers Nasional (HPN) Provinsi Bengkulu, H. Syah Bandar, mengapresiasi langkah BEI yang membuka ruang belajar bagi wartawan.

“Literasi investasi penting, bukan hanya untuk kebutuhan pribadi, tapi juga untuk meningkatkan kualitas pemberitaan ekonomi,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi PWI dan BEI Bengkulu terus berlanjut.

Menurutnya, wartawan yang melek investasi akan terhindar dari praktik investasi bodong dan mampu mengedukasi masyarakat secara benar. (hln)