KPDBU Rumah Sakit Bertaraf Internasional Dibahas, Asahan Siap Jadi Pusat Layanan Kesehatan Pantai Timur

Bupati Asahan mengikuti pertemuan virtual dengan Kemendagri membahas KPDBU rumah sakit bertaraf internasional di Asahan.
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin bersama jajaran mengikuti pertemuan virtual dengan Kementerian Dalam Negeri terkait rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional melalui skema KPDBU di Kabupaten Asahan. (foto: ist)

Asahan, mediabengkulu – Pemerintah Kabupaten Asahan mematangkan rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional melalui skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU).

Pembahasan dilakukan secara virtual dari Rumah Dinas Bupati Asahan bersama Kementerian Dalam Negeri, Jumat (3/1/2026).

Langkah ini menegaskan komitmen Pemkab Asahan menjadikan daerah sebagai pusat layanan kesehatan di Pantai Timur Sumatera Utara.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr. Drs. Agus Fatoni, menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap proyek strategis tersebut.

Pertemuan diikuti Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, Wakil Bupati Asahan Rianto, Sekretaris Daerah, dan jajaran perangkat daerah terkait.

Dari Kemendagri, hadir Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah, Teguh Narutomo, Pembahasan juga melibatkan Perusahaan Perdagangan Indonesia (BUMN) dan Permata Group sebagai calon mitra.

Agus Fatoni menekankan KPDBU menjadi instrumen strategis untuk membangun infrastruktur layanan publik tanpa membebani APBD.

Ia meminta perencanaan matang, regulasi jelas, dan tata kelola akuntabel agar proyek berjalan optimal.

“KPDBU harus dipersiapkan dengan matang. Jika dijalankan baik, skema ini meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memperkuat kemandirian fiskal daerah,” tegasnya.

Bupati Asahan menyatakan kesiapan penuh menindaklanjuti arahan tersebut.

Ia menilai pembangunan rumah sakit internasional akan memperkuat rujukan medis regional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru.

“Rumah sakit bertaraf internasional ini kami arahkan untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat Pantai Timur dan membuka peluang ekonomi baru di Asahan. Sinergi pusat dan mitra usaha menjadi kunci percepatan,” ujar Taufik.

Sebagai tindak lanjut, rombongan meninjau lahan rencana pembangunan untuk memastikan kesiapan lokasi dan kesesuaian pengembangan kawasan kesehatan.

Agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke PT Hijau Surya Biotechindo guna mengeksplorasi potensi pengembangan kultur jaringan dan bioteknologi.

Dengan skema KPDBU rumah sakit internasional ini, Asahan menargetkan lompatan besar di sektor kesehatan.

Pemkab optimistis daerah mampu menjadi pusat layanan kesehatan modern di Pantai Timur Sumatera Utara. (**)