Reses Dedy Yanto di RT 26 Bentiring: Jalan, Lampu Penerangan dan Air Bersih Jadi Sorotan

Kota Bengkulu, mediabengkulu.id – Anggota DPRD Kota Bengkulu, Dedy Yanto, menggelar reses pertama masa sidang I tahun 2026 di perumahan Griya Azzahra RT 26, Kelurahan Bentiring, Kota Bengkulu, Minggu (15/2/2026).

Dalam reses warga menyuarakan persoalan jalan yang butuh perbaikan, lampu jalan, air bersih hingga BPJS Kesehatan.

Reses dihadiri perwakilan Dinas PUPR, BPJS Kesehatan, camat, lurah, serta tokoh masyarakat dan warga RT 22 dan RT 26. Forum berlangsung terbuka dan penuh dialog.

Dedy mengajak warga peduli pada lingkungan sosial. Ia menyinggung kasus tragis anak SD di luar daerah sebagai pengingat pentingnya kepedulian.

“Kita bertanggung jawab pada tetangga kanan-kiri. Jangan biarkan ada yang kesulitan tanpa kita tahu,” ujarnya.

Ia menegaskan RT dan RW harus aktif menyampaikan persoalan warga.

“Jangan menyerah hanya karena satu pesan tak dibalas. Perjuangan untuk masyarakat itu ibadah,” katanya.

Soal wilayah RT 26 yang berbatasan dengan Kabupaten Bengkulu Tengah, Dedy, menilai warga tetap berhak mendapat layanan karena membayar pajak dan memiliki sertifikat di Kota Bengkulu.

“Mereka warga Kota Bengkulu. Administrasi dan interaksi pemerintahannya jelas ke kota. Maka pembangunan wajib hadir,” tegasnya.

Warga mengeluhkan jalan berlumpur saat hujan. Anak-anak bahkan harus membungkus sepatu dengan plastik agar tak kotor.

Lampu jalan minim dan distribusi air bersih belum stabil.

Menanggapi itu, Dedy mengaku telah berkoordinasi dengan Wali Kota Dedy Wahyudi.

Dalam sambungan virtual, wali kota memastikan komitmen pembangunan infrastruktur tetap berjalan.

“Kita lanjutkan perbaikan jalan, drainase, dan lampu jalan. Mohon terus diingatkan,” kata Dedy Wahyudi.

Dedy menambahkan, sebagai anggota Badan Anggaran DPRD, ia akan mendorong porsi dana infrastruktur ditingkatkan pada 2026.

Proposal warga disebut sudah beberapa kali diajukan dan akan dikawal hingga realisasi.

Perwakilan BPJS Kesehatan juga menjelaskan sejumlah kepesertaan nonaktif akibat kebijakan pusat per 1 Februari. DPRD meminta data warga terdampak untuk dicarikan solusi.

“Reses ini bukan seremonial. Kami datang untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi,” tutup Dedy.

Warga berharap perbaikan jalan, lampu, dan air bersih segera terealisasi agar aktivitas dan ekonomi lingkungan kembali lancar. (helen)