Wamen Ossy Dukung GALANG RTHB untuk Pembangunan Berkelanjutan

Wamen Ossy dan Menko AHY saat pencanangan GALANG RTHB di Tebet Eco Park Jakarta.
Wamen ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan, bersama Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono dan pejabat terkait melepas burung sebagai simbol pencanangan GALANG RTHB untuk pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. (foto: ist)

Jakarta, mediabengkulu.id – Wakil Menteri ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan, mendukung penuh Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (GALANG RTHB).

Gerakan ini dicanangkan oleh Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai langkah strategis pembangunan berkelanjutan.

Dalam acara Town Hall Meeting dan pencanangan GALANG RTHB di Tebet Eco Park, Jumat (13/02/2026), Wamen Ossy menekankan pentingnya mengubah mindset masyarakat.

“RTHB harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan inti pembangunan nasional,” tegasnya.

Wamen Ossy menjelaskan, pengembangan RTHB tidak hanya berdasar pada SDGs global, tetapi juga mandat undang-undang Indonesia.

Edukasi publik melalui town hall menjadi kunci meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan biru.

Menko AHY menambahkan, RTHB sejalan dengan Gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Targetnya, 30% ruang terbuka hijau dan biru agar masyarakat memiliki ruang sehat, produktif, dan kreatif.

GALANG RTHB juga mendukung langkah dekarbonisasi nasional dan pencapaian net zero emission.

Pencanangan ditandai dengan pelepasan burung ke alam terbuka sebagai simbol komitmen pelestarian lingkungan.

Acara ini dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif/ Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya; Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono; sejumlah wali kota, serta pejabat ATR/BPN, termasuk Direktur Jenderal Tata Ruang, Suyus Windayana, dan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Ariodilah Virgantara.

GALANG RTHB diharapkan menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan, memperkuat lingkungan asri, dan mendorong masyarakat Indonesia hidup lebih sehat dan produktif.

Sumber: Kementerian ATR/BPN // Editor: Helen