Humas Polri Diminta Aktif Kawal Informasi Mudik Lebaran 2026

Jakarta, mediabengkulu.id – Polri menggelar apel kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Humas dalam rangka Operasi Ketupat 2026.

Apel ini menandai kesiapan jajaran Humas Polri mendukung pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah sekaligus memastikan informasi mudik tersampaikan cepat, akurat, dan transparan kepada masyarakat.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menegaskan Humas Polri memegang peran strategis dalam menyampaikan perkembangan Operasi Ketupat 2026 kepada publik.

“Humas Polri harus aktif menyampaikan informasi sejak tahap persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi Operasi Ketupat 2026. Masyarakat harus mendapat informasi yang jelas terkait arus mudik, rekayasa lalu lintas, serta layanan yang disiapkan Polri dan para pemangku kepentingan,” kata Johnny.

Polri memperkirakan pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran tahun ini mencapai 143 juta orang atau sekitar 50,2 persen dari total populasi Indonesia.

Para pemudik akan menggunakan berbagai moda transportasi darat, laut, maupun udara.

Untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri, Polri bersama TNI dan berbagai instansi terkait menggelar Operasi Ketupat 2026 pada 13–25 Maret 2026.

Sebanyak 389.681 personel gabungan diterjunkan di seluruh Indonesia.

Polri juga menyiapkan 2.756 posko pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.

Pos-pos ini ditempatkan di titik strategis guna memberikan pelayanan serta rasa aman bagi masyarakat selama perjalanan mudik.

Pengamanan turut difokuskan pada 185.544 objek penting, antara lain 121.796 masjid, 54.516 lokasi salat Idul Fitri, 4.640 objek wisata, 2.962 pusat perbelanjaan, 618 terminal, 562 pelabuhan, 268 stasiun kereta api, serta 182 bandara.

Di sektor lalu lintas, Polri menyiapkan rekayasa seperti contraflow dan sistem one way.

Kebijakan ini akan diterapkan secara situasional berdasarkan hasil pemantauan arus kendaraan di lapangan.

Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 dan 17 Maret 2026.

Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 dan 28 Maret 2026.

Selain pengaturan lalu lintas, Polri juga meningkatkan patroli di wilayah rawan kriminalitas serta mengamankan rumah yang ditinggalkan pemiliknya saat mudik.

Layanan hotline Polri 110 dioptimalkan untuk menerima laporan masyarakat secara cepat.

Johnny mengimbau masyarakat mempersiapkan perjalanan mudik dengan baik, memastikan kendaraan dalam kondisi layak, menjaga kesehatan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Polri bersama seluruh stakeholder berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar mudik dan perayaan Idul Fitri berjalan aman, tertib, dan lancar. Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” ujarnya. (**)