Jaringan Amunisi Ilegal di Jayapura Dibongkar, 4 Tersangka Ditangkap

Petugas Satgas Damai Cartenz mengamankan tersangka jaringan amunisi ilegal di Jayapura Papua
Petugas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 saat mengamankan tersangka jaringan peredaran amunisi ilegal di Jayapura yang diduga terkait kelompok bersenjata. (foto: ist)

Jayapura, mediabengkulu.id – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 membongkar jaringan peredaran amunisi ilegal di Papua. Empat tersangka diamankan dalam operasi yang digelar 25–26 Maret 2026.

Wakasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, AKBP Andria, menyebut para tersangka berinisial KO, SMM, HM, dan AKW memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut.

“Empat tersangka ini terlibat dalam jaringan distribusi amunisi ilegal dengan peran masing-masing,” tegas Andria, Jumat (27/03/2026).

Dari hasil penyidikan awal, tiga tersangka diduga berperan sebagai perantara transaksi. Sementara satu tersangka lainnya berperan sebagai pemasok amunisi.

Kasus ini merupakan pengembangan dari pengungkapan sebelumnya terkait peredaran senjata dan amunisi ilegal di Papua.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, mulai dari perangkat komunikasi, kendaraan, hingga senjata api rakitan.

“Hingga kini, penyidik masih mendalami jaringan yang lebih luas,” ujar Andria.

Para tersangka dijerat dengan KUHP terbaru, termasuk pasal terkait kepemilikan senjata ilegal dan peran membantu tindak pidana.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan komitmen penindakan tegas terhadap jaringan ilegal.

“Penegakan hukum kami lakukan secara profesional dan terukur untuk menjaga keamanan Papua,” ujarnya.

Senada, Wakil Kepala Operasi Kombes Pol Adarma Sinaga memastikan penyidikan terus dikembangkan.

“Kami kejar jaringan ini hingga tuntas, dengan tetap menjaga stabilitas kamtibmas,” katanya.

Saat ini, seluruh tersangka ditahan di Polda Papua untuk proses hukum lanjutan.

Polisi juga mengimbau masyarakat tidak terlibat dalam peredaran senjata maupun amunisi ilegal.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan menjaga keamanan dan mencegah konflik di Papua. (**)