Terungkap! Ini Penyebab Layanan Hemodialisis RSUD M. Yunus Sempat Terhenti

pelayanan cuci darah sempat tertunda
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, melakukan sidak untuk memastikan layanan kembali normal. (foto: ist)

Bengkulu, mediabengkulu.id – RSUD dr. M. Yunus bergerak cepat. Kendala layanan hemodialisis yang sempat tertunda langsung ditangani.

Masalah muncul akibat keterlambatan pengiriman bahan medis habis pakai (BMHP) oleh pihak ekspedisi, Kamis (16/4/2026).

Akibatnya, pelayanan cuci darah sempat terhenti. Hingga siang hari, pihak rumah sakit terus berupaya menghubungi ekspedisi. Namun, tidak ada respons.

Selanjutnya, rumah sakit melakukan pelacakan. Dari sistem GPS, posisi BMHP diketahui berada di wilayah Seluma.

Mengetahui hal itu, manajemen langsung mengambil langkah cepat. BMHP dijemput langsung menggunakan ambulans.

Direktur RSUD dr. M. Yunus, Hery Kurniawan, mengatakan keputusan tersebut diambil demi menjaga pelayanan tetap berjalan.

“Kami tidak menunggu. Karena tidak ada respons dari ekspedisi, kami langsung jemput BMHP menggunakan ambulans,” ujarnya.

Langkah ini terbukti efektif. Pelayanan hemodialisis bisa kembali dipersiapkan pada hari yang sama.

Sebelumnya, keterlambatan sempat memicu keluhan pasien. Banyak di antaranya harus menunggu jadwal cuci darah.

Karena itu, respons cepat menjadi prioritas utama. Rumah sakit memastikan kebutuhan medis tidak boleh terhambat.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga turun tangan. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, melakukan sidak untuk memastikan layanan kembali normal.

Pemerintah dan manajemen rumah sakit sepakat. Pelayanan kesehatan harus tetap optimal, apa pun kendalanya.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegas Hery.

Langkah cepat ini menjadi bukti. Pelayanan publik tetap bisa berjalan jika respons dilakukan tanpa menunda. (mc)