Papua Tengah, mediabengkulu.id – Selama 12 tahun mengabdi di kawasan pesisir Pomako, Timika, Sofyan Hadi, konsisten membangun pendidikan di wilayah dengan akses layanan dasar yang masih terbatas.
Sebagai Kepala SD Negeri Pomako 1, ia tak hanya mengajar, tetapi juga mendorong perubahan sosial di tengah masyarakat.
Di sekolah yang berada di kawasan pesisir itu, Sofyan, terus menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan meski sarana dan prasarana terbatas.
Ia aktif menjalin komunikasi dengan orang tua murid dan warga sekitar, agar kesadaran terhadap pentingnya pendidikan semakin kuat.
Baginya, pendidikan menjadi jalan utama membuka masa depan anak-anak Papua, terutama mereka yang tumbuh di wilayah pinggiran.
“Pendidikan adalah kunci untuk masa depan anak-anak. Dari sekolah kecil di pesisir pun, cita-cita besar bisa lahir,” kata Sofyan, Sabtu (25/4/2026).
Peran Sofyan di Pomako membuatnya dikenal bukan hanya sebagai guru, tetapi juga sosok yang ikut membentuk harapan baru bagi generasi muda.
Selain fokus pada dunia pendidikan, Sofyan juga mengapresiasi upaya menjaga keamanan di Papua melalui pendekatan yang humanis.
Ia menilai pelaksanaan Operasi Damai Cartenz 2026, menunjukkan keseimbangan antara penegakan hukum dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
“Saya mengapresiasi Operasi Damai Cartenz 2026 yang mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Terlihat dari kegiatan sosial, patroli rutin, serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran aparat yang membangun kedekatan dengan warga penting untuk menciptakan rasa aman dan kepercayaan publik.
Sofyan juga mengajak masyarakat menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Mari bersama menjaga Papua tetap aman dan damai. Kita bangun pendidikan generasi muda Timika demi masa depan yang lebih baik,” katanya.
Pengabdian Sofyan Hadi, di Pomako menjadi bukti bahwa pembangunan Papua tak hanya soal keamanan. Tetapi juga tentang pendidikan sebagai fondasi lahirnya generasi unggul dan berdaya saing. (**)
12 Tahun Mengabdi di Pomako, Sofyan Hadi Majukan Pendidikan Papua






