Binmas Bengkulu Utara Diperkuat Cegah Konflik Sejak Dini

Kegiatan Anev Binmas Polres Bengkulu Utara bersama Bhabinkamtibmas di aula
Jajaran Binmas Polres Bengkulu Utara mengikuti Anev untuk meningkatkan deteksi dini dan pelayanan kepada masyarakat. (foto: ist)

Bengkulu Utara, mediabengkulu.id – Polres Bengkulu Utara memperkuat peran pembinaan masyarakat (Binmas) untuk menjaga keamanan dari akar.

Melalui Analisa dan Evaluasi (Anev), jajaran Binmas diminta lebih aktif membaca potensi konflik sebelum meledak.

Kegiatan berlangsung di Aula Amarta Polres Bengkulu Utara, Selasa (5/5/2026).

Wakapolres Kompol Januri Sutirto memimpin langsung jalannya evaluasi, didampingi Kasat Binmas AKP Eri Andra dan jajaran.

Dalam arahannya, Wakapolres menekankan pentingnya deteksi dini di tengah masyarakat.

Personel diminta tidak hanya hadir saat masalah terjadi, tetapi mampu mencegah sejak awal.

“Deteksi dini itu kunci. Jangan tunggu konflik besar, segera kenali gejala di lapangan,” tegasnya.

Ia juga mendorong pendekatan penyelesaian masalah berbasis sosial dan kearifan lokal.

Menurutnya, pola komunikasi berbasis adat dan budaya lebih efektif meredam gesekan di masyarakat.

Selain itu, jajaran Bhabinkamtibmas diminta rutin turun langsung ke warga melalui metode door to door system (DDS).

Langkah ini dinilai efektif untuk mencegah kejahatan seperti pencurian, penipuan, hingga kekerasan dalam rumah tangga.

Perhatian khusus diberikan pada perlindungan perempuan dan anak. Polisi diminta peka terhadap potensi kekerasan seksual, eksploitasi, dan kasus KDRT di wilayah binaan.

Tak hanya itu, personel juga diminta waspada terhadap potensi bencana. Koordinasi dengan perangkat desa harus diperkuat untuk memetakan daerah rawan.

Sementara itu, Kasat Binmas AKP Eri Andra mengingatkan pentingnya kedisiplinan administrasi dan sikap profesional saat bertugas.

“Tampil rapi, jaga etika, dan bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat,” pesannya.

Ia juga menegaskan agar dokumentasi kegiatan lebih menonjolkan interaksi dengan warga, bukan sekadar swafoto.

Anev ini menjadi pengingat bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang menjaga ketenangan bersama. (**)