Kota Bengkulu, mediabengkulu.co – Warga di sekitar Jalan Sudirman resah. Mereka menduga limbah Resto Mie Gacoan merembes ke sumur warga dan menimbulkan bau menyengat.
Dugaan ini memicu pertanyaan soal kejelasan izin lingkungan restoran tersebut.
Ahmad Rifai, salah satu warga, mengaku air sumurnya berubah bau sejak sepekan terakhir.
Ia menyebut, air menjadi keruh dan berbuih.
“Ingin ambil air, jadi bau. Waktu dicek, ternyata berbuih masuk semua. Hawanya menyengat betul,” kata Ahmad Rifai, Kamis (4/12/2025).
Ahmad mengatakan ia sudah berulang kali menghubungi pihak Mie Gacoan, namun perbaikan tidak kunjung diselesaikan.
“Mereka datang melihat, tapi bilang belum bisa memperbaiki. Kotak pipa itu mesti disambung dulu supaya aman. Sampai sekarang belum selesai,” ujarnya.
Ia bahkan meminta pipa limbah disambung dan saluran dikuras seperti janji awal.
Namun hingga kini, tidak ada tindak lanjut.

“Kita diminta menunggu, tapi kegiatan mereka tidak ada. Kalau tidak dibuat betul, saya tutup saja pipanya,” tegasnya.
Ahmad menambahkan air sumurnya kini tidak layak digunakan.
“Kalau mandi masih bisa ditahan. Tapi untuk minum tidak mungkin. Air yang dulu jernih, sekarang keruh dan berbau limbah,” katanya.
Keluhan serupa datang dari warga lain, Wardi.
Ia menyebut bau menyengat muncul hampir setiap hari.
“Airnya keluar membawa aroma tidak sedap. Tiap hari kami menghirup bau itu,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Resto Mie Gacoan di Jalan Sudirman belum memberikan keterangan resmi.
Alih-alih menjawab soal limbah, pihak manajemen justru meminta identitas wartawan dan legalitas media.
Warga berharap Pemerintah Kota Bengkulu segera turun tangan untuk memeriksa lokasi dan meninjau ulang izin lingkungan restoran tersebut. (Helen)






