Oleh: Ansor Setia Budi
Bengkulu Utara, mediabengkulu.id – Pasar Tradisional Modern (PTM) Purwodadi Argamakmur di Kabupaten Bengkulu Utara tak hanya hadir sebagai pusat ekonomi baru.
Pasar senilai Rp110 miliar itu, juga membawa pesan kuat tentang pelestarian budaya lokal melalui ornamen Aksara Rejang yang menghiasi bangunan pasar.
Peresmian PTM Purwodadi dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bersama Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dan Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, pada 1 Mei 2026 lalu.
Pasar modern ini dibangun dengan konsep ramah lingkungan dan penataan yang rapi.
Luasnya mencapai 14.520 meter persegi yang terbagi dalam tiga zona, yakni blok basah nonpangan, blok kering nonpangan, dan pusat kuliner.
Namun, daya tarik utama pasar ini bukan hanya bangunannya yang modern. Ornamen huruf Rejang yang terpasang di sejumlah sisi bangunan menjadi identitas budaya yang mencuri perhatian.
Aksara Rejang merupakan warisan budaya masyarakat Rejang di Bengkulu. Aksara ini termasuk keluarga Aksara Ulu, di Sumatera dan telah lama menjadi bagian penting sejarah literasi masyarakat Rejang.
Di PTM Purwodadi, aksara tersebut tidak sekadar dijadikan hiasan. Pemerintah daerah ingin menghadirkan pasar yang tetap berpijak pada akar budaya lokal.
Ornamen itu juga menjadi simbol identitas pasar sekaligus pengingat bahwa modernisasi tidak harus menghilangkan warisan leluhur.
Konsep tulisan Aksara Rejang di Pasar Purwodadi memiliki makna filosofis.
Huruf “Pa” melambangkan pasar. Huruf “Wa” yang menggunakan sandangan “Mico” berubah bunyi menjadi “Wo” yang dimaknai sebagai wong atau masyarakat.
Sementara huruf “Da” bermakna “jadi” atau “menjadi”, dan huruf “Di” melambangkan identitas diri.
Secara keseluruhan, rangkaian aksara itu menggambarkan semangat masyarakat yang tumbuh menjadi identitas kuat dalam pusat ekonomi dan budaya lokal.
Keberadaan ornamen Aksara Rejang juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda, untuk mengenal dan menjaga budaya daerah.
Selain mempercantik bangunan, simbol budaya itu diyakini dapat menjadi daya tarik wisata baru di Bengkulu Utara.
PTM Purwodadi kini bukan sekadar tempat jual beli. Pasar ini menjadi ruang pertemuan antara pertumbuhan ekonomi modern dan pelestarian budaya lokal yang tetap hidup di tengah masyarakat.
Aksara Rejang Hidup di Pasar Modern Purwodadi






