Kota Bengkulu, mediabengkulu.co – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Perumahan dan Permukiman melanjutkan program rumah tidak layak huni atau yang biasa dikenal dengan program bedah rumah, ada sebanyak 92 unit rumah yang akan dibedah pada tahun anggaran 2025 ini.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bengkulu melalui Kabid Kawasan Permukiman, Lepi Nurseha, mengatakan jumlah ini jauh lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang hanya 23 unit.
Total anggaran untuk perbaikan 92 unit rumah tahun ini sebesar Rp 1,8 Miliar, minggu depan pihaknya akan mulai melakukan verifikasi lapangan.
“Insya Allah. Minggu depan kita sudah mulai verifikasi lapangan, sekarang kita baru menerima data mentah dari masing-masing kelurahan. Kemungkinan bedah rumah untuk tahun ini dimulai bulan April, karena Maret bulan puasa,” jelas Lepi, Senin (20/1).
Dari 92 unit rumah itu nanti, masing-masing akan menerima bantuan sebesar Rp 20 Juta/unit, dengan rincian Rp 17,5 Juta untuk pembelian bahan material bangunan dan Rp 2,5 Juta untuk upah tukang yang dicairkan 2 tahap.
Saat pembangunan atau pekerjaan tukang sudah mencapi 50 persen, upah tukang bisa dibayarkan setengah dan sisanya setelah bangunan selesai 100 persen. Untuk pembelian material termasuk upah tukang ditransfer melalui Bank Bengkulu.
“Jadi nanti warga penerima program ini harus membuka rekening di Bank Bengkulu. Nanti waktu pembangunannya maksimal 3 bulan. Proses verifikasinya yang memakan waktu lama. Apalagi ini jumlah unitnya banyak,” kata Lepi.
Untuk klasifikasi rumah yang layak mendapatkan bantuan bedah rumah, seperti yang masih berdinding papan. Kemudian yang terpenting pemilik bangunan rumah tersebut punya sertifikat sebagai bukti bahwa rumah tersebut betul-betul hak milik penerima bantuan.
“Insya Allah. Kalau nanti ada anggaran tahun tahun 2026 dan lebih besar, target kita diatas 100 unit. Karena tujuan kita betul-betul untuk membantu masyarakat,” demikian Lepi. (MC)
Editor: Sony






