Bengkulu Tengah, mediabengkulu.co – Polemik asap pabrik PT Palma Mas Sejati (PMS) kembali memicu kemarahan warga Desa Talang Empat. Musyawarah yang digelar di kantor desa, Rabu (17/12/2025), berakhir tanpa solusi jelas.
Forum dihadiri Camat Karang Tinggi, perangkat desa, tokoh masyarakat, DLH Kabupaten Bengkulu Tengah, DLH Provinsi Bengkulu, Dinas Kesehatan, Bhabinkamtibmas, serta kepala desa Talang Empat dan Taba Terunjam.
Namun, kehadiran banyak pihak tak berbanding lurus dengan hasil.
Warga meluapkan keluhan. Bau asap disebut makin menyengat dan berdampak langsung pada kesehatan, terutama anak-anak sekolah.
“Dari dulu masalah asap ini ada. Tapi selalu tidak ada hasil,” tegas Salah satu, perwakilan Camat Karang Tinggi.
Keluhan juga datang dari pihak sekolah dan tenaga kesehatan. Kasus ISPA meningkat. Aktivitas belajar terganggu.
“Anak-anak sering sesak napas. Ini bukan isu baru,” ujar salah satu warga.
Puskesmas setempat mencatat asap diduga kuat memicu gangguan pernapasan. PAUD Mutiofa Bunda dan MIN 5 Bengkulu Tengah ikut terdampak.
“Kami minta tindakan, bukan janji,” kata tokoh masyarakat lainnya.
DLH Bengkulu Tengah menyatakan akan membawa semua keluhan ke pembahasan lanjutan. Namun pernyataan itu dinilai warga normatif.
“Masukan masyarakat akan kami sampaikan ke tingkat atas,” ujar perwakilan DLH.
Pernyataan tersebut justru memantik kekecewaan. Warga menilai pemerintah belum serius menekan perusahaan.
“Kalau hanya rapat tanpa hasil, buat apa?” cetus warga lain.
Musyawarah ditutup tanpa kesepakatan. Emosi warga belum reda. Mereka mendesak pemerintah bertindak tegas dan menghentikan sumber polusi sebelum dampak makin meluas. (hln)
Asap Pabrik PMS Memanas, Musyawarah Buntu Tanpa Solusi






