Bengkulu Selatan, mediabengkulu.id – Bangunan SPPG di Desa Durian Seginim, Kecamatan Seginim, ambruk pada Sabtu malam (27/2/2026). Reruntuhan tembok menghantam rumah warga yang masih berpenghuni.
Peristiwa ini langsung memicu tanda tanya, warga menilai konstruksi bangunan diduga tak layak dan kurang cermat sejak awal.
Pengawas bangunan, Alex Candra, mengaku pembangunan dilakukan secara pribadi. Setelah rampung, bangunan itu rencananya baru akan disewakan ke SPPG.
“Bangunan ini dibangun secara pribadi. Setelah selesai, baru akan disewakan,” kata Alex, Minggu (1/3/2026).
Ia menyebut angin kencang menjadi penyebab tembok roboh hingga menimpa rumah warga.
“Karena angin kencang, tembok ambruk dan menimpa rumah warga. Untuk rumah yang terdampak, akan kami perbaiki secepat mungkin,” ujarnya.
Namun warga tak sepenuhnya menerima alasan itu. Mereka menduga ada kelemahan konstruksi pada bagian atas bangunan.
“Saya sebagai masyarakat menilai bangunan ini dibangun asal-asalan. Buktinya, bagian atas tidak ada penguat, jadi mudah ambruk,” tegas seorang warga.
Warga berharap pihak penyewa lebih teliti sebelum menggunakan bangunan tersebut.
Mereka menuntut standar keamanan dipastikan lebih dulu agar kejadian serupa tak terulang. (Sugianto)







