Bengkulu, mediabengkulu.id – Cuaca ekstrem melanda Provinsi Bengkulu, memicu banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung di Kabupaten Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Seluma, dan Kota Bengkulu. Dampak terparah terjadi di Kabupaten Lebong.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, langsung menginstruksikan penanganan cepat melalui rapat koordinasi daring bersama pemerintah daerah, BPBD, Baznas, dan seluruh pihak terkait, Selasa pagi (7/4/2026).
“Kebutuhan pokok tidak boleh terputus. Baik dari Dinas Sosial, Baznas, dapur umum, maupun sedekah nasi bungkus ASN harus dimaksimalkan dan segera disalurkan ke korban,” tegas Helmi.
Gubernur menekankan pentingnya kesiapan peralatan, termasuk perahu karet, serta normalisasi saluran air agar bencana dapat ditekan.
“Pemeliharaan drainase harus rutin, bukan hanya saat terjadi bencana. Gotong royong, seperti Jumat Bersih, bisa membantu menjaga saluran air tetap lancar,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang segera menindaklanjuti perbaikan infrastruktur terdampak.
“Jembatan di Seluma yang baru dibangun rusak kembali akibat banjir. Mohon segera dicek dan diperbaiki,” katanya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga diminta mendata fasilitas pendidikan dan siswa terdampak bencana untuk memastikan penanganan menyeluruh.
Instruksi ini langsung ditindaklanjuti melalui rapat lanjutan yang dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, bersama Ketua Baznas Bengkulu, Romli bin Ronan, dan pihak terkait lainnya. (mc)
Cuaca Ekstrem Picu Bencana, Gubernur Bengkulu Perintahkan Bantuan Tanpa Henti






