Bengkulu Tengah, mediabengkulu.id – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah melalui Dinas Pariwisata mulai serius menggarap sektor pariwisata.
Salah satu yang kini jadi fokus adalah kawasan wisata Danau Gedang di Desa Padang Betuah, Kecamatan Pondok Kelapa.
Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Bengkulu, hanya sekitar 25 kilometer. Aksesnya pun relatif mudah dijangkau, membuat kawasan ini berpotensi besar menarik wisatawan.
Namun bukan hanya pemandangannya yang memikat. Danau ini menyimpan tradisi unik yang jarang ditemukan di tempat lain.
Warga setempat mengenalnya sebagai tradisi “Danau Terbelah” atau “Danau Patah”. Tradisi ini dilakukan saat air danau meluap.
Masyarakat membangun pembatas dari pasir. Tingginya bisa mencapai satu meter. Tujuannya memisahkan air danau dengan air laut secara alami.
Pemandangan ini menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga menyaksikan budaya lokal yang masih terjaga.
Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga bisa melakukan berbagai aktivitas lain. Mulai dari berkemah, piknik, hingga bersantai bersama keluarga atau teman.
Hamparan rumput hijau yang luas membuat tempat ini ideal untuk kegiatan luar ruangan. Banyak pengunjung memanfaatkannya untuk berfoto atau sekadar menikmati suasana tenang.
Fasilitas di kawasan ini juga cukup lengkap. Tersedia area parkir luas, tempat kuliner, spot foto menarik, toilet, hingga mushola.
Dengan biaya masuk sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kendaraan, wisatawan sudah bisa menikmati keindahan alam sekaligus fasilitas yang tersedia.
Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Tengah, Eka Nurmeini, menegaskan pengembangan wisata tidak bisa berjalan sendiri.
“Kami butuh peran masyarakat. Tanpa dukungan warga, pengembangan wisata tidak akan maksimal,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menilai, kelompok sadar wisata atau Pokdarwis menjadi ujung tombak dalam menjaga kawasan tetap nyaman dan menarik.
Menurutnya, keterlibatan warga bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
“Jika masyarakat ikut terlibat, manfaatnya langsung terasa. Ekonomi bergerak, wisata berkembang,” katanya.
Selain pembenahan fasilitas, promosi juga jadi fokus utama. Pemerintah mendorong semua pihak ikut memperkenalkan potensi wisata daerah.
“Promosi tidak bisa sendiri. Harus bersama masyarakat dan kreator konten agar jangkauannya lebih luas,” tambah Eka.
Dengan kolaborasi ini, Danau Gedang ditargetkan menjadi salah satu destinasi unggulan di Bengkulu Tengah.
Langkah ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus menggerakkan ekonomi warga secara berkelanjutan. (hln)






