Bengkulu Utara, mediabengkulu.co – Tim dosen Fakultas Teknik Universitas Bengkulu melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat, di Desa Pasar Kerkap, Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara, Minggu (3/8/2025) lalu.
Dengan tema “Penerapan Teknologi Retort Ramah Lingkungan dalam Pembuatan Arang Tempurung Kelapa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.”
Kegiatan ini, menggandeng Karang Taruna Fajar Menyingsing, sebagai mitra dan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025.
Tim pengabdian terdiri dari Dr. Ir. Zuliantoni, ST., MT. (ketua), Nurul Iman Supardi, ST., MP. (anggota), keduanya dosen Teknik Mesin, serta Dr. Ir. Hardiansyah, ST., MT. (anggota), dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik UNIB.

Dalam program ini, tim memperkenalkan Oven Retort TM UNIB berukuran 40x40x80 cm³, dengan kapasitas produksi hingga 30 kg per hari.
Alat ini mampu mengolah batok kelapa, cangkang sawit, dan kayu kecil untuk menghasilkan arang berkualitas tinggi sesuai SNI.
Dengan keunggulan proses lebih cepat, randemen lebih tinggi, hasil seragam, dan ramah lingkungan karena asap yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibanding metode tradisional.
Kegiatan pelatihan diikuti oleh 20 peserta dan berjalan sukses.

Sebelumnya, semua peserta belum mengetahui teknik produksi arang dengan retort, setelahnya, peserta mampu memahami dan mempraktikkan penggunaannya.
Ketua Karang Taruna Fajar Menyingsing, Bintang Rizki Pratama, mengaku antusias atas pengetahuan yang didapat.
“Kami memperoleh pengetahuan baru serta keterampilan, menggunakan teknologi retort yang efisien, ramah lingkungan, dan menghasilkan arang dengan mutu lebih baik. Hasil produksi kini lebih seragam, randemen lebih tinggi, lebih cepat, asap berkurang, serta nilai jual meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Rediansyah, berharap kegiatan ini terus berlanjut. Karena dapat meningkatkan kualitas produk, pendapatan masyarakat, sekaligus menjaga lingkungan.
“Kami berterima kasih kepada tim pengabdian, yang telah memberikan solusi nyata melalui teknologi tepat guna,” ujar Rediansyah.
Melalui penerapan teknologi retort ini, masyarakat Desa Pasar Kerkap kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah pertanian. (**)






