Rejang Lebong, mediabengkulu.id – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong turun tangan menangani banjir yang kerap merendam Jalan Pembangunan, Desa Teladan, Kecamatan Curup Selatan.
Dinas PUPRKP langsung bergerak. Mereka melakukan survei untuk mengungkap penyebab genangan yang meresahkan warga.
Plh Kepala Dinas PUPRKP Rejang Lebong, Luhur Budi Santoso, memastikan penanganan dilakukan tahun 2026.
“Kami sedang survei lokasi dan mencari penyebab utama banjir,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Hasil awal menunjukkan masalah utama ada pada drainase yang ditutup permanen oleh warga.
Akibatnya, air hujan tidak mengalir dan meluap ke badan jalan.
“Drainase ditutup, jadi air tidak mengalir. Saat hujan deras, air naik ke jalan,” tegas Luhur.
Selain itu, kondisi badan jalan yang menurun memperparah genangan. Air yang lama mengendap juga merusak struktur jalan.
Pemkab menyiapkan langkah tegas. Penutupan drainase ilegal akan dibongkar paksa.
“Kami tidak akan kompromi. Drainase yang ditutup permanen akan kami bongkar,” katanya.
Pihaknya juga akan melibatkan aparatur desa untuk pengawasan di lapangan.
Masyarakat diminta patuh dan tidak menutup saluran air.
“Kami harap warga bekerja sama. Ini demi kepentingan bersama,” tambahnya.
Sebelumnya, warga mengeluhkan genangan yang lama surut. Air yang mengendap merusak aspal dan membahayakan pengendara.
“Genangan menutup lubang jalan, sangat berbahaya, terutama bagi motor,” kata Yono, warga setempat.
Keluhan serupa disampaikan Heri. Ia meminta pemerintah segera bertindak tegas.
“Ini bukan hanya ganggu aktivitas, tapi juga ancam keselamatan,” ujarnya.
Pemkab menargetkan perbaikan drainase dan normalisasi saluran air segera dilakukan.
Langkah ini diharapkan mengakhiri banjir yang selama ini menghantui warga Desa Teladan. (Yurnal)
Drainase Ditutup Jalan Pembangunan Tergenang, Pemkab Turun Tangan






