Rejang Lebong, mediabengkulu.co – Di balik meja rapat yang serius dan keputusan penting pemerintahan, berdiri sosok perempuan yang telah mengabdikan hidupnya untuk birokrasi sejak akhir 1990-an.
Ia adalah Elva Mardiana, perempuan pertama yang dipercaya menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Rejang Lebong.
Bagi banyak orang, jabatan tinggi di pemerintahan adalah puncak karier. Tapi bagi Elva, setiap langkah adalah bentuk pengabdian yang tak pernah selesai.
Dari awal kariernya sebagai staf pemerintahan desa, hingga kini menduduki kursi tertinggi kedua di struktur pemerintahan kabupaten, Elva membuktikan bahwa dedikasi, integritas, dan kerja keras adalah mata uang paling berharga dalam birokrasi.
Langkah Kecil yang Menginspirasi
Elva tidak lahir dari lingkungan elite birokrasi. Ia memulai segalanya dari bawah, belajar memahami denyut nadi masyarakat desa sebelum akhirnya dipercaya mengelola roda pemerintahan di level kabupaten.
Kariernya bukan sekadar daftar jabatan, melainkan jejak panjang pengabdian:
– Camat Lebong Atas (2010–2018),
– Kepala Dinas Dukcapil Lebong (2018–2022),
– Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kepahiang (2022–2025),
hingga akhirnya ia dipercaya sebagai Pj Sekda Rejang Lebong tahun 2025.
Di setiap posisinya, Elva dikenal sebagai pemimpin yang tidak hanya tegas, tetapi juga hangat dan inklusif.
Ia tidak hanya menata administrasi, tetapi juga membangun budaya kerja yang beretika dan produktif.
Perempuan, Ibu, Pemimpin
Tak banyak yang tahu, di balik profesionalismenya, Elva juga adalah seorang ibu dari empat anak dan nenek dari satu cucu.
Rutinitasnya dimulai sejak fajar: salat malam, menyiapkan sarapan untuk keluarga, memastikan anak-cucu diberi perhatian, lalu berangkat ke kantor untuk memimpin rapat dan menyelesaikan tumpukan pekerjaan.
“Elva itu tipe pemimpin yang tidak suka menunda,” ujar seorang ASN yang pernah bekerja dengannya.
“Beliau selalu datang tepat waktu dan menginginkan hal yang sama dari kami,” tambahnya.
Baginya, jabatan bukan soal kekuasaan, tapi tanggung jawab. Ia menanamkan nilai-nilai integritas, kedisiplinan, dan pelayanan publik sebagai prioritas utama di setiap instansi yang ia pimpin.
Dalam peran barunya sebagai Pj Sekda, ia langsung bergerak cepat:
1. Meningkatkan disiplin ASN dengan evaluasi mingguan,
2. Mengaktifkan sistem absensi digital,
3. Membangun kerja sama pengawasan dengan Inspektorat dan Satpol PP.
Pengabdian Bukan Sekadar Jabatan
“Bekerja di pemerintahan bukan sekadar jabatan, tapi pengabdian,” tegas Elva dalam satu kesempatan.
“Selama saya diberi amanah, saya akan terus menanamkan budaya kerja yang jujur, cepat, dan tepat,” ujarnya.
Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, menyambut penunjukan Elva dengan penuh harapan.
Ia menyatakan bahwa kepemimpinan Elva, diharapkan dapat membawa penyegaran dan peningkatan pelayanan publik di kabupaten ini.
Menjadi Inspirasi ASN Muda
Dalam era ketika birokrasi kerap dipandang lamban dan kaku, Elva Mardiana justru tampil sebagai simbol perubahan.
Ia tidak hanya memimpin dengan aturan, tetapi juga dengan hati dan keteladanan.
Kisahnya menjadi cermin harapan bagi para ASN muda, bahwa ketulusan bekerja dan konsistensi membangun diri akan selalu menemukan jalannya.
Ia membuktikan bahwa menjadi perempuan di dunia birokrasi bukanlah batas, melainkan kekuatan yang bisa mengubah arah dan wajah pelayanan publik.
Elva Mardiana bukan hanya Sekda. Ia adalah pengingat bahwa integritas dan pengabdian tak pernah lekang oleh waktu. (Yurnal)
Elva Mardiana: Dari Staf Desa Hingga Pj Sekda Rejang Lebong, Kisah Perempuan Tangguh di Balik Layar Birokrasi






