Bengkulu Selatan, mediabengkulu.co – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan kembali meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas laporan keuangan tahun anggaran 2024.
Pencapaian WTP keempat ini, secara beruntun di bawah kepemimpinan Bupati Gusnan Mulyadi dan Wakil Bupati H. Rifa’i Tajuddin.
Penyerahan laporan hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dilakukan di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Bengkulu, Jumat (23/5/2025).
Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian tersebut.
Gusnan, menegaskan opini WTP bukanlah hal mudah untuk diraih, apalagi dipertahankan selama empat tahun berturut-turut.
“Alhamdulillah, Bengkulu Selatan kembali menerima opini WTP dari BPK RI. Ini adalah hasil kerja keras semua pihak. Tidak mudah, tapi kami berhasil mempertahankannya selama empat tahun berturut-turut,” ujar Gusnan.
Menurutnya, keberhasilan ini mencerminkan soliditas seluruh perangkat daerah dalam menjalankan tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan.
“Ini adalah hasil dari kerja kolektif. Semoga menjadi motivasi agar seluruh jajaran tetap konsisten memperbaiki pengelolaan keuangan daerah setiap tahunnya,” imbuhnya.
Gusnan juga menekankan pentingnya tindak lanjut atas catatan atau rekomendasi dari BPK, sebagai bagian dari upaya menjaga kredibilitas laporan keuangan pemerintah daerah.
Ketua DPRD Bengkulu Selatan, Juli Hartono, turut hadir dalam penyerahan LHP tersebut.
Juli, menyampaikan apresiasi atas kerja keras jajaran Pemkab Bengkulu Selatan yang telah menjaga kualitas laporan keuangan dengan baik.
“Prestasi ini patut diapresiasi. Namun, kita juga perlu segera menindaklanjuti setiap catatan dari BPK agar ke depan pengelolaan keuangan kita semakin kuat dan terpercaya,” kata Juli Hartono yang hadir didampingi Sekwan Nico Dwipayana.
Pencapaian opini WTP empat kali berturut-turut ini menjadi catatan sejarah baru bagi Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan. Sekaligus bukti nyata bahwa reformasi tata kelola keuangan daerah berjalan pada jalur yang benar. (Adv/sugianto)






