Gerakan Pasar Murah Jadi Andalan Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan Nasional

Gerakan Pasar Murah pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional menjelang Ramadan
Warga memadati Gerakan Pasar Murah yang digelar pemerintah sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan nasional menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri. (foto: ist)

Surabaya, mediabengkulu – Pemerintah terus menguatkan pengendalian harga bahan pokok nasional menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idulfitri.

Salah satu strategi utama yang digencarkan adalah Gerakan Pasar Murah yang digelar masif di berbagai daerah.

Program ini menjadi instrumen andalan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah meningkatnya permintaan jelang hari besar keagamaan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan Presiden RI memberi perhatian khusus terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok.

Pemerintah bahkan menargetkan harga pangan tidak hanya stabil, tetapi juga lebih terjangkau.

“Bapak Presiden selalu menekankan agar harga menjelang hari raya tidak boleh naik. Bahkan beliau ingin harga-harga turun. Alhamdulillah, saat Natal, Tahun Baru, dan Lebaran tahun lalu, harga bisa kita kendalikan,” ujar Zulkifli Hasan, Sabtu (31/1/2026).

Menghadapi puasa dan Lebaran tahun ini, pemerintah memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman.

Selain menjaga pasokan, pasar murah digelar sebagai langkah konkret menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen.

“Yang paling penting stok cukup dan harga terkendali. Tidak boleh naik. Karena itu kita lakukan pasar murah, seperti beras diskon 10 persen dan telur diskon 10 persen,” jelasnya.

Zulkifli Hasan, menyebut pasar murah bersifat antisipatif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari di sejumlah wilayah untuk meredam gejolak harga akibat lonjakan permintaan.

Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut mengambil peran strategis.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah menggelar pasar murah keenam sejak awal 2026 sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.

“Awal tahun ini kita langsung bergerak. Pasar murah adalah ikhtiar Pemprov Jawa Timur agar masyarakat tetap bisa mengakses kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” tegas Khofifah.

Menurutnya, pasar murah efektif karena menghadirkan harga pembanding di bawah harga pasar tanpa mengganggu ekosistem pasar tradisional.

“Lokasinya kami atur agar tidak berdekatan dengan pasar tradisional, sehingga ekosistem pasar tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho memastikan ketersediaan stok pangan di wilayahnya sangat aman.

“Stok kami mencapai 796 ribu ton. Jumlah itu cukup untuk kebutuhan 14 bulan ke depan,” ungkapnya.

Bulog Jatim juga aktif menyerap hasil panen petani serta bersinergi dengan Satgas Pangan untuk pemantauan harga harian.

Dengan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bulog, Gerakan Pasar Murah diharapkan menjadi benteng utama dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional menjelang Ramadan dan Idulfitri. (**)