Bandung, mediabengkulu – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan integritas dan profesionalisme menjadi kunci layanan publik berkualitas.
Hal ini disampaikan pada Forum Diskusi Layanan Penggunaan Tenaga Kerja Asing di BBPKK Bandung Barat, Jumat (30/1/2026).
Yassierli menyebut nilai pegawai harus dimulai dari integritas dan profesionalisme.
Nilai itu kemudian berkembang menjadi kepedulian, pekerjaan bermakna, dan semangat kebersamaan.
“Nilai-nilai ini menjadi fondasi untuk pelayanan publik yang profesional, adil, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Yassierli.
Menaker menekankan konsep Meaningful Work: Beyond the Duty.
Ia mengatakan makna kerja muncul dari cara pegawai menjalankan tugas sehari-hari, bukan dari jabatan.
“Ketika dampak itu dirasakan, makna muncul. Hal ini memberi energi, komitmen, dan memperkuat organisasi,” jelas Yassierli.
Ia juga menegaskan prinsip Satu Tim, Satu Kapal. Semua unit harus bekerja kolaboratif tanpa ego sektoral.
“Kolaborasi harus dikedepankan, bukan kompetisi. Kebersamaan itu indah,” tegasnya.
Dalam pengelolaan SDM, Yassierli menekankan Right Person, Right Position.
Penempatan pegawai dilakukan berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerja dengan integritas sebagai syarat utama.
“Promosi dan penugasan dilakukan secara rasional dan transparan,” kata Yassierli.
Ia memperkenalkan konsep People-Centric Organization yang menempatkan marwah aparatur sebagai fokus.
Sistem kerja berbasis peran, agile, dan meritokratis.
“Spirit organisasi kita adalah A Nice Place to Grow, tempat pegawai bisa berkembang dan bangga bekerja,” ucap Yassierli. (**)
Integritas dan Profesionalisme Jadi Kunci Layanan Publik






