Nabire, mediabengkulu.id – Aparat gabungan TNI–Polri membongkar kamp kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kali Nabarua, Kabupaten Nabire.
Dari lokasi itu, petugas menyita 561 butir amunisi, 10 magazen, 12 ponsel, lima alat komunikasi, serta uang tunai puluhan juta rupiah.
Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Polres Nabire, Senin (2/3/2026).
Operasi melibatkan Satgas Operasi Damai Cartenz dari Polri dan Satgas Rajawali Mambri dari TNI.
Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav Robby Urbinas, menegaskan penindakan dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: B/119/II/2026 Polres Nabire.
“Para pelaku disangkakan melanggar Pasal 458 dan 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pembunuhan dan pembunuhan berencana, dengan ancaman hingga 20 tahun penjara atau seumur hidup,” tegasnya.
Kamp KKB Terendus di Kali Nabarua
Aparat mendeteksi pergerakan kelompok bersenjata yang dipimpin DPO berinisial AK dari wilayah Kimi menuju Nabarua.
Mereka diduga mendirikan kamp di sekitar Kali Nabarua untuk konsolidasi internal, menggalang logistik, dan merencanakan aksi gangguan keamanan di Nabire.
Tim gabungan bergerak cepat. Mereka menyekat sejumlah titik dan melakukan pengamatan intensif sebelum mendekati lokasi.
“Saat tim mendekati camp, terjadi kontak tembak. Tim bantuan langsung kami siagakan,” ujar Gustav.
Setelah baku tembak, aparat menguasai lokasi. Kelompok bersenjata melarikan diri ke hutan dan kini masih diburu.
Barang Bukti dari Amunisi hingga iPhone
Dari lokasi, aparat menemukan ratusan amunisi berbagai kaliber, tiga tas perlengkapan, bendera, serta uang tunai puluhan juta rupiah.
“Ini daftar barang bukti yang kami amankan di Kali Nabarua,” kata Gustav sambil menunjukkan barang bukti di hadapan media.
Ia merinci, dua magazen yang disita merupakan rampasan dari kasus di Lagari, Musyaro, PT Kristalin, termasuk dua ponsel milik korban dan satu unit iPhone.
Dua magazen lainnya diduga hasil rampasan dari peristiwa di Kilometer 128 pada akhir 2025 yang menewaskan dua aparat.
“Untuk amunisi lainnya masih kami dalami bersama Satgas Damai Cartenz dan Rajawali Mambri,” ujarnya.
Polisi juga menelusuri asal-usul dana tunai yang ditemukan di kamp tersebut untuk mengungkap jaringan pendukung logistik kelompok itu.
Satu Prajurit TNI Terluka
Dalam kontak tembak itu, satu anggota TNI terluka akibat serpihan proyektil.
“Korban terkena rekoset di betis kanan. Sudah dievakuasi dan kondisinya tidak serius. Diperkirakan satu minggu sudah membaik,” kata Wakil Panglima Operasi Habema, Brigjen TNI Riyanto.
Aparat Kejar Pelaku, Warga Diminta Tenang
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengimbau masyarakat tetap tenang.
“Jangan percaya informasi yang belum jelas sumbernya. Aparat terus melakukan pengejaran dan penyelidikan,” tegasnya.
Wakapolda Papua Tengah menambahkan, aparat berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.
“Kami terus melakukan pengejaran dan memastikan situasi tetap aman bagi masyarakat,” pungkas Gustav.
Hingga kini, aparat gabungan masih menyisir wilayah Kabupaten Nabire untuk memastikan kelompok bersenjata itu tidak kembali mengganggu keamanan. (**)
Kamp KKB Nabarua Dibongkar, 561 Amunisi dan Uang Puluhan Juta Disita






