Seluma, mediabengkulu.co – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bengkulu melalui Lembaga Hikmah dan Kebijakan meminta kepada Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Armed Wijaya.
Untuk menjadikan kasus pembunuhan yang terjadi di warung remang-remang Desa Talang Durian Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, sebagai atensi khusus.
Tidak hanya sebatas diringkus pelakunya dan diusut tuntas kasus pembunuhannya, tapi juga harus ditutup mati Warem tersebut.
Sebab kasus pembunuhan di Warem tersebut sudah berulang-ulang. Bahkan bukan hanya di Talan Durian, Warem lain juga telah menjadi pemicu kasus pembunuhan serupa di wilayah hukum Kabupaten Seluma.
“Silahkan pak Kapolda googling di HP bapak, pembunuhan Warem Seluma, begitu banyak yang muncul. Jadi sebagai pemegang kendali penegakan hukum, tolong tindak itu,” kata Herwan Saleh, anggota Lembaga Hikmah dan Kebijakan, Selasa (2/7/2024).
Tokoh pemuda Seluma, yang kini tengah menempuh S3 Doktoral Sosiologi di Universitas Muhammadiyah Malang ini memuji keberhasilan Polda Bengkulu.
Disoroti Herwan Saleh, di satu wilayah di Bengkulu waktu lalu begitu dikenal sebagai daerah rawan pembunuhan dan perampokan.
Perampokan sadis terjadi berulang-ulang. Pembunuhan berulang-ulang. Tempat itu sekitar Kecamatan Binduriang Kabupaten Rejang Lebong, wilayah Bengkulu dekat perbatasan dengan Kota Lubuk Linggau Sumsel.
Herwan menuturkan, kepolisian pasti punya solusi, aparat punya alat dan perangkat yang kuat. Tentu dengan koordinasi lintas sektoral. Buktinya Bindiriang bisa. Mengapa Warem Talang Durian belum.
“Tidak mungkin tidak bisa menutup Warem itu. Jelas di depan mata, itu biang keladi kasus-kasus pembunuhan, Miras dan kasus penyakit masyarakat lainnya. Kalau tidak bisa tutup, kuat betul bekingnya, siapa bengking ya, kita mau tahu juga,” kata dia.
Dikabarkan sebelumnya, Aldi Tama (21), warga Desa Pring Baru, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma, tewas bersibah darah.
Akibat ditikam oleh seorang pemuda berinisial MI (19), warga Desa Ujung Padang, Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma.
Terduga pelaku ini sebelumnya sempat terlibat perkelahian dengan korban di lokasi warung remang-remang atau Warem yang terletak di Desa Talang Durian, Kecamatan Semidang Alas.
Perkelahian diduga kuat akibat pengaruh minuman keras yang dikonsumsi keduanya di warung remang-remang setempat.
Kapolsek Semidang Alas, Ipda. Mirwan Afriansyah, mengatakan peristiwa perkelahian yang menelan korban jiwa tersebut terjadi di depan Warem yang berjarak sekitar 20 meter.
“Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (30/6) menjelang subuh sekitar pukul 03.00 WIB, korban mengalami luka tusuk di punggung sebelah kiri,” terang Mirwan, Senin (1/7/2024).
Adapun untuk kronologis kejadian, korban Aldi Tama bersama rekannya Debi berangkat menggunakan kendaraan sepeda motor merk Mio J dari pesta di Desa Padang Kelapo.
Keduanya diduga dalam keadaan pengaruh minuman-minuman keras menuju warung remang-remang yang berada di Desa Talang Durian.
Setelah tiba di warung remang-remang, Aldi bertemu dengan MI dan langsung berkelahi, masyarakat yang melihat perkelahian tersebut langsung berupaya untuk melerai diantara keduanya.
Setelah berhasil dilerai, MI berlari ke kerumunan teman-temannya sembari mengambil senjata tajam dan kembali mendatangi Aldi langsung menusuk Aldi di bagian belakang punggung.
Kemudian MI langsung di tahan masyarakat dan akhirnya kabur melarikan diri, sedangkan Aldi terbaring tanpa bisa berbicara dan mengeluarkan banyak darah akibat luka tusukan.
Rekan korban bersama masyarakat setempat langsung membawa Aldi ke Puskesmas Pajar Bulan untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun setelah mendapatkan perawatan dari tim medis Puskesmas, nyawa Aldi tak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Terduga pelaku yang sempat kabur usai kejadian berhasil diamankan oleh personel Polsek Semidang Alas kurang dari 24 jam pasca kejadian.
“Terduga pelaku berhasil kita amankan, terungkapnya kasus ini berdasarkan hasil dari koordinasi dengan orang tua terduga pelaku dan beberapa saksi,” kata Mirwan.
Laporan: Alsoni Mukhtiar // Editor: Sony






