Korlantas Polri Gelar Simposium Target PNBP 2025, Dorong Layanan Publik Inovatif dan Terintegrasi

Korlantas Polri Gelar Simposium Target PNBP 2025, Dorong Layanan Publik Inovatif dan Terintegrasi. (foto: ist)

Jakarta, mediabengkulu.co – Korlantas Polri menggelar Simposium Target PNBP T.A. 2025 di Jakarta untuk memperkuat tata kelola dan optimalisasi penerimaan negara.

Acara dibuka oleh Kasubdit Fasmat SBST Ditregident Korlantas Polri, Kombes Pol Jamal Alam.

“Simposium ini bukan sekadar agenda tahunan, tapi ruang strategis untuk memperkuat sinergi dan memastikan target PNBP tercapai dengan langkah terukur,” ujar Kombes Jamal, Selasa (14/10/2025).

Ia menegaskan, kualitas pelayanan publik mencerminkan kehadiran negara di tengah masyarakat. Karena itu, Polri terus mendorong layanan publik yang cepat, adaptif, dan berorientasi hasil.

“Polri bertransformasi menjadi institusi yang predictive, responsibility, dan transparency berkeadilan. Ini pondasi penting untuk memperkuat layanan publik, termasuk di bidang registrasi kendaraan dan pengemudi,” jelasnya.

Tahun 2025, target PNBP fungsi lalu lintas ditetapkan Rp12,39 triliun, naik 28,74 persen dari tahun sebelumnya.

“Kenaikan ini menuntut extra effort dari seluruh jajaran. Tantangan semakin kompleks, mulai dari kepatuhan pajak kendaraan hingga daya beli masyarakat,” kata Jamal.

Ia menekankan tiga langkah utama: analisis data strategis, perkuat kolaborasi antarinstansi, dan manfaatkan forum untuk membangun komitmen bersama.

“Dengan kerja kolektif, saya yakin target PNBP 2025 bisa tercapai, bahkan melampaui. Yang terpenting, masyarakat merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Sementara itu, narasumber dari Kementerian Perhubungan, M. Hafiz Basari, menyoroti pengaruh kendaraan listrik terhadap penerbitan dokumen kendaraan.

“Pertumbuhan kendaraan listrik berdampak langsung pada PNBP, tapi tren kendaraan konversi berbeda karena tidak menambah jumlah unit kendaraan,” jelas Hafiz.

Ia menilai integrasi data antara penerbitan SUT, SRUT, dan STNK penting untuk meningkatkan efisiensi pengawasan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).

“Dengan data yang terhubung, pengawasan ODOL akan lebih efektif,” tegasnya.

Simposium ini menjadi momentum bagi Korlantas Polri dan para pemangku kepentingan mempercepat transformasi layanan publik menuju sistem yang modern, efisien, dan terintegrasi. (**)