Kriminalitas Bengkulu Selatan Naik 10,68 Persen Sepanjang 2025, Polisi Beberkan Data Lengkap

Rilis akhir tahun, Selasa (31/12/2025), di Command Center Polres Bengkulu Selatan. (foto: ist)

Bengkulu Selatan, mediabengkulu.co – Angka tindak pidana di wilayah hukum Polres Bengkulu Selatan naik 10,68 persen sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan ini menjadi sorotan aparat dan pemerintah daerah karena berdampak langsung pada keamanan masyarakat.

Data Satuan Reserse Kriminal mencatat, kasus didominasi kejahatan konvensional.

Curat tercatat 63 kasus, curanmor 29 kasus, penganiayaan 26 kasus, perlindungan anak 28 kasus, penipuan 14 kasus, curas 4 kasus, pembunuhan 3 kasus, serta kepemilikan senjata api ilegal 1 kasus.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Awilzan, menyebut, sepanjang 2025 pihaknya menangani 259 laporan polisi. Dari jumlah itu, 172 kasus berhasil diselesaikan.

“Terjadi kenaikan 10,68 persen dibanding 2024. Namun, tingkat penyelesaian perkara juga meningkat berkat kerja keras personel,” kata Awilzan, saat rilis akhir tahun, Selasa (31/12/2025), di Command Center Polres Bengkulu Selatan.

Ia menjelaskan, faktor ekonomi, pengaruh lingkungan, serta rendahnya kesadaran hukum memicu peningkatan kriminalitas.

Pola kejahatan yang kian kompleks juga menuntut adaptasi cepat, termasuk pemanfaatan teknologi.

Untuk menekan angka kejahatan, Polres meningkatkan patroli siang dan malam, memperkuat peran Bhabinkamtibmas, serta menggelar operasi penyakit masyarakat.

Edukasi hukum ke pelajar dan warga terus digencarkan.

“Pencegahan adalah kunci. Masyarakat kami ajak aktif menjaga lingkungan dan segera melapor bila ada hal mencurigakan,” tegasnya.

Polres juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dengan tokoh masyarakat, agama, dan pemuda demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Laka Lantas Melonjak Tajam

Selain kriminalitas, Polres menyoroti lonjakan kecelakaan lalu lintas. Angkanya naik lebih dari 100 persen, dari 54 kejadian (2024) menjadi 107 kejadian (2025). Dampaknya fatal: 19 orang meninggal, 31 luka berat, dan 41 luka ringan.

“Peningkatan ini sangat signifikan. Penyebab utamanya faktor manusia, seperti tidak patuh aturan dan kelengkapan keselamatan,” ujar Awilzan.

Polres Bengkulu Selatan berkomitmen meningkatkan pelayanan dan penegakan hukum pada tahun mendatang.

Harapannya, kolaborasi aparat dan masyarakat mampu menekan kriminalitas serta menciptakan rasa aman di Bengkulu Selatan. (Sugianto)