Rejang Lebong, mediabengkulu.co – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mulai mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan bekas Hak Guna Usaha demi percepatan pembangunan yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi antara Pemkab Rejang Lebong dan Badan Bank Tanah secara virtual, Selasa (8/7/2025).
Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, memimpin langsung rapat yang turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan.
Hadir dalam rapat tersebut Ketua DPRD Juliansyah Yayan, Ketua PN Curup Santonius Tambunan, Asisten I Setdakab Pranoto Majid, perwakilan Kodim 0409/Rejang Lebong, dan sejumlah pejabat daerah lainnya.
Asisten I Setdakab, Pranoto Majid, menyebutkan pemerintah daerah telah mengusulkan pemanfaatan empat lahan eks HGU seluas ribuan hektare untuk mendukung pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, hingga fasilitas pertahanan.
“Kita manfaatkan lahan ini untuk mendorong pembangunan daerah, khususnya di sektor pangan dan pertahanan. Ini peluang besar yang harus kita maksimalkan,” kata Pranoto.
Kodim 0409/Rejang Lebong juga mengusulkan penggunaan lahan seluas lebih dari 65 hektare, untuk pembangunan Batalyon Teritorial dan tiga kompi ketahanan.
Pemkab dan Badan Bank Tanah sepakat untuk segera menyusun nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar kerja sama pemanfaatan lahan.
Pertemuan lanjutan akan diagendakan guna merumuskan draf dan menyiapkan proses penandatanganan.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan di daerah sekaligus menyelaraskan dengan program strategis nasional.
Empat Lahan Eks HGU yang Diusulkan untuk Dimanfaatkan:
- PT Sembada Nabracom – Kecamatan Bermani Ulu (±300 hektare)
- PT Budi Putra Makmur – Kayu Manis, Selupu Rejang (±300 hektare)
- PT Bumi Mega Sentosa – Kecamatan PUT, Sindang Beliti Ilir, dan Kota Padang (±6.900 hektare)
- PT Kepahiang Indah – Kecamatan Sindang Dataran
Dengan inisiatif ini, Pemkab Rejang Lebong menegaskan komitmennya untuk menjadikan lahan tidur sebagai aset produktif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. (Yurnal)






