Jakarta, mediabengkulu – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional mencatat capaian besar sepanjang 2025.
Melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), sebanyak 1,2 juta sertipikat tanah berhasil diterbitkan.
Capaian ini disampaikan Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) ATR/BPN, Asnaedi, dalam Rapat Pimpinan (Rapim) di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
“Kami bekerja keras menuntaskan target SHAT PTSL hingga 100 persen. Pendataan tanah ulayat juga berhasil direalisasikan penuh sepanjang 2025,” ujar Asnaedi.
Dengan tambahan tersebut, jumlah bidang tanah terdaftar dan bersertipikat secara nasional kini mencapai 97,4 juta bidang.
Tak hanya itu, pendataan tanah ulayat melampaui target. Dari rencana 600 hektare, realisasi mencapai 2.623,44 hektare.
ATR/BPN juga mencatat capaian positif pada program sertipikasi lainnya.
Redistribusi Tanah menerbitkan 62.869 sertipikat, Konsolidasi Tanah sebanyak 2.394 sertipikat, pendaftaran non-sistematis mencapai 13.209 sertipikat, serta sertipikasi Barang Milik Negara (BMN) sebanyak 3.299 sertipikat.
Menurut Asnaedi, keberhasilan ini tidak lepas dari perencanaan yang matang dan penguatan pengawasan.
“Perencanaan terukur, pemanfaatan sistem informasi, dan koordinasi pusat-daerah terbukti mendorong kinerja yang lebih efektif dan akuntabel,” tegasnya.
Dari sisi anggaran, kinerja ATR/BPN juga dinilai optimal. Serapan anggaran output utama mencapai 99,31 persen, sementara program prioritas terealisasi 96,91 persen.
Meski demikian, Asnaedi menekankan perlunya percepatan sertipikasi tanah wakaf dan rumah ibadah yang masih cukup besar jumlahnya.
“Target sertipikasi tanah wakaf masih tinggi. Ini jadi fokus kami di 2026 agar kepastian hukumnya segera terwujud,” jelasnya.
Rapim tersebut dipimpin Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, serta diikuti jajaran pimpinan pusat dan Kantor Wilayah BPN se-Indonesia. (**)
Lewat PTSL, ATR/BPN Terbitkan 1,2 Juta Sertipikat Tanah Sepanjang 2025






