Rejang Lebong, mediabengkulu.co – Warga Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, digegerkan oleh insiden berdarah yang menimpa mantan Ketua DPRD Rejang Lebong, Abu Bakar (50).
Ia mengalami luka serius setelah ditikam oleh seorang petani berinisial Iw, pada Minggu pagi (28/9/2025).
Kabag Ops Polres Rejang Lebong, AKBP George Rudiyanto, menjelaskan, pertengkaran bermula ketika Abu Bakar meminta Iw mengambil parang miliknya.
Permintaan itu ditolak dengan ucapan, “Aku dak galak,” yang berarti “Aku tidak mau.”
Penolakan tersebut, memicu amarah Abu Bakar.
Ia menarik tangan Iw sambil memaksa, hingga keduanya terlibat adu fisik.
Iw menepis, lalu Abu Bakar memukulnya. Pertikaian semakin panas ketika keduanya sama-sama mengeluarkan senjata tajam.
“Saksi sempat mencoba melerai, tapi gagal. Dalam situasi kacau itu, Iw menikam Abu Bakar berkali-kali hingga korban roboh bersimbah darah,” kata AKBP George dalam konferensi pers, Selasa (7/10/2025), didampingi Kapolsek PUT, AKP Mansyur Daud Manalu dan Kasi Humas, AKP Sinar Simanjuntak.
Akibat serangan itu, Abu Bakar mengalami luka di tangan kanan, lengan kiri, pipi, dagu, serta jari-jarinya.
Warga segera menolong korban dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Usai kejadian, Iw melarikan diri ke wilayah Sindang Kelingi.
Namun, pada malam harinya, ia datang ke Polsek Sindang Kelingi untuk menyerahkan diri.
Petugas Polsek Padang Ulak Tanding kemudian menjemputnya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi menjerat Iw dengan pasal penganiayaan berat sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Dalam pemeriksaan, Iw mengaku menyesal dan mengatakan tindakannya terjadi karena terbawa emosi. (yurnal)
Mantan Ketua DPRD Rejang Lebong Jadi Korban Penusukan






