Mayat yang Ditemukan Warga Tanpa Identitas di Sungai Arau Bintang Akhirnya Terungkap

Pihak kepolisian dan Basarnas tengah melakukan evakuasi. (foto: istimewa)

Seluma, mediabengkulu.co – Mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas yang ditemukan warga di Sungai Arau Bintang, Kamis (15/5) kemarin, akhirnya terungkap identitasnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga korban dan hasil identifikasi Polres Seluma jenazah tersebut diketahui bernama Muhammad Mukarobin (42) warga Desa Tawang Rejo, Kecamatan Air Periukan, Seluma.

“Ada pihak keluarga yang datang ke Polsek Sukaraja dan kita bawa untuk mengecek jenazah. Ternyata pihak keluarga menyatakan jenazah tersebut anggota keluarganya,” kata AKP. Frengki Sirait, Kasat Reskrim Polres Seluma.

Tidak ditemukan bekas kekerasan di tubuh korban, namun dari ciri-ciri yang disebutkan pihak keluarga ada bekas luka bakar di pundak dan punggungnya karena pernah tersiram air panas semasa kecil.

Menurut keterangan pihak keluarga korban kalau almarhum juga memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan.

“Dari ciri-ciri yang disebutkan pihak keluarga korban memang persis sama ada bekas luka bakar di punggung dan pundaknya,” ungkap AKP. Frengki Sirait.

Sementara menurut keterangan keponakan korban, Muhammad Ilman (23), kalau pamannya masih berstatus bujangan dan memiliki keterbelakangan mental.

Almarhum sering pergi seorang diri hingga berhari-hari, karena ibu korban yang sudah tua tidak mampu untuk mengawasi.

Almarhum terakhir kali pergi pada Jumat 9 Mei 2025 lalu, sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di sungai Arau Bintang.

“Almarhum memang masih bujangan, punya keterbelakangan mental dan penyakit ayan, dari dulu sering pergi sendirian,” kata Muhammad Ilman.

Dikabarkan sebelumnya, warga Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma sempat dihebohkan dengan penemuan seorang manyat tanpa identitas di Sungai Arau Bintang, Kamis (15/5) sekitar pukul 05.00 WIB.

Kepala Desa Riak Siabun, Mustan, mengatakan mayat yang belum diketahui identitasnya tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Mayat pertama kali ditemukan oleh Riski, seorang nelayan dari Kampung Bahari yang sedang memasang bubu kepiting di sekitar sungai Arau Bintang.

“Tadi subuh ditemukan oleh nelayan dari Kampung Bahari waktu pasang bubu kepiting. Dia yang pertama kali menemukan mayat itu,”ungkap Mustan.

Selanjutnya Riski langsung memberitahukan penemuan mayat tersebut kepada warga lainnya dan pemerintah desa setempat.

Kemudian tim gabungan dari pihak kepolisian dan Basarnas langsung melakukan evakuasi, dan membawa mayat ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu.

Laporan: Alsoni Mukhtiar // Editor: Sony