Jakarta, mediabengkulu.co – Pemerintah berhasil menurunkan potensi curah hujan di Provinsi Aceh melalui operasi modifikasi cuaca. Program ini dijalankan pascabencana hidrometeorologi akhir 2025 akibat Siklon Tropis Senyar.
Operasi tersebut merupakan kolaborasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pemerintah bergerak cepat merespons ancaman cuaca ekstrem demi melindungi keselamatan masyarakat.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilakukan menggunakan pesawat khusus yang menyemai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) di wilayah udara Aceh.
Penyemaian ini bertujuan mengendalikan pembentukan awan hujan dan mengalihkan hujan ke wilayah yang lebih aman, seperti laut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan OMC menjadi langkah strategis dalam mitigasi bencana.
“Operasi modifikasi cuaca lintas kementerian dan lembaga ini bertujuan mengurangi potensi hujan di kawasan rawan bencana melalui pengalihan awan hujan ke wilayah yang lebih aman,” ujar Abdul, Sabtu (17/1/2026).
BMKG mencatat hasil positif dari operasi tersebut. Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menyebut intensitas hujan di Aceh turun signifikan.
“Secara nasional penurunan curah hujan berkisar 15 hingga 20 persen. Khusus Aceh, penurunannya mencapai 23,35 persen,” kata Andri.
Operasi modifikasi cuaca juga berlangsung di tiga provinsi lainnya. Hasil ini membantu mempercepat stabilisasi cuaca dan mendukung proses pemulihan di lapangan.
Pakar klimatologi Institut Teknologi Bandung, Prof. dr. Siti Nurhayati, menilai langkah pemerintah sebagai inovasi adaptif menghadapi perubahan iklim.
“Integrasi data BMKG dan eksekusi BNPB dalam modifikasi cuaca menunjukkan pemanfaatan teknologi untuk melindungi masyarakat dari risiko cuaca ekstrem,” ujarnya.
BMKG memprakirakan cuaca di Aceh dan Sumatera Utara kini lebih stabil. Curah hujan diprediksi ringan hingga moderat dalam beberapa pekan ke depan, membuka ruang percepatan penanganan pascabanjir dan perbaikan infrastruktur.
Keberhasilan operasi ini menegaskan kuatnya sinergi antarlembaga pemerintah dalam menghadapi bencana hidrometeorologi serta memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan perubahan iklim. (**)
Modifikasi Cuaca di Aceh Efektif, Curah Hujan Turun hingga 23 Persen






