Naskah Surat Ulu Dibacakan Dalam Acara Puncak HUT Ke 21 Seluma

Ricke Leosita Utami saat membacakan naskah surat ulu (foto : Soni/mediabengkulu.co)

Seluma, mediabengkulu.co – Naskah Surat ulu atau aksara ulu yang ditulis di bilah bambu dibacakan dalam acara malam syukuran dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kabupaten Seluma yang ke 21.

Acara malam syukuran dilaksanakan di Alun-Alun Kota Tais, dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Zahirman Aidi.

Anggota DPRD Seluma, Forkopimda, Pejabat Eselon II dan III, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Ketua Badan Musyawarah Adat Kabupaten Seluma, Suarto, mengatakan surat ulu yang ditulis di bilah bambu merupakan naskah kuno warisan adat dari leluhur.

Ada banyak makna yang terkandung dalam surat ulu seperti tentang sejarah, kebudayaan, ratapan dan tentang ucap atau mantra-mantra warisan dari nenek moyang.

“Kita sudah berkunjung ke Perpustakaan Nasional di Jakarta untuk melihatnya langsung, sebenarnya ada banyak surat ulu disana, tapi karena keterbatasan waktu kami hanya bisa mencatat sebagian,” ungkap Suarto.

Ditambahkan Ricke Leosita Utami, anggota Badan Musyawarah Adat Kabupaten Seluma, mengatakan ada sebagian naskah surat ulu yang tidak bisa dibaca secara langsung, harus menggunakan alat bantuan cermin.

“Setelah naskahnya kami putar kekiri, kekanan dan keatas, baru diketahui ternyata untuk membacanya harus menggunakan cermin,” terang Ricke, dihadapan tamu undangan.

Laporan : Alsoni Mukhtiar // Editor : Sony