OTT KPK Bikin Pejabat Rejang Lebong Bungkam

Sekretaris Daerah Rejang Lebong, Iwan Sumantri. (foto: ist)

Rejang Lebong, mediabengkulu.id – Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung mengubah suasana kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

Sejumlah dinas tampak sepi, komunikasi tersendat, dan pejabat terlihat lebih tertutup.

Beberapa pejabat memilih menghindari wartawan. Bahkan, ada yang mengganti nomor telepon untuk membatasi akses komunikasi.

Awak media lokal, Wiwid Wibowo, mengaku kesulitan menghubungi narasumber sejak OTT terjadi.

“Pasca OTT KPK, banyak pejabat terkesan menghindar saat kami ingin konfirmasi. Ada yang mengganti nomor handphone. Tersirat ada semacam ketakutan di diri mereka, sehingga akses komunikasi menjadi tertutup,” kata Wiwid, Rabu (1/4/2026).

Di tengah situasi itu, Sekretaris Daerah Rejang Lebong, Iwan Sumantri, meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap fokus bekerja dan menjaga integritas.

“Kita harus tetap bekerja profesional dan berintegritas. Jangan biarkan OTT KPK membuat kita takut dan kehilangan semangat. Pembangunan harus terus berjalan,” tegasnya.

Kondisi ini menunjukkan dampak psikologis OTT tak hanya pada individu, tetapi juga pada ritme kerja birokrasi.

Transparansi dan keberanian berkomunikasi kini menjadi sorotan di tengah upaya menjaga kepercayaan publik. (yurnal)