Jakarta, mediabengkulu.co – Pemerintah pusat memastikan penyaluran kompensasi bagi korban banjir di sejumlah wilayah Sumatra berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Bantuan ini menjadi bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Skema kompensasi ditetapkan melalui koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial.
Pemerintah menyesuaikan besaran bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumah warga.
Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh Sumatra, Amran, mengatakan rumah rusak ringan mendapat kompensasi Rp15 juta.
Rumah rusak sedang menerima Rp30 juta, sedangkan rumah rusak berat Rp60 juta.
“Skema ini dibuat adil dan proporsional sesuai dampak yang dialami warga. Penilaian dilakukan melalui pendataan dan verifikasi di lapangan,” ujar Amran.
Selain perbaikan rumah, pemerintah menyalurkan bantuan perabotan dan penguatan ekonomi keluarga.
Setiap kepala keluarga menerima bantuan perabotan rumah tangga dari Kemensos sebesar Rp3 juta.
“Untuk rumah rusak berat, bantuan perabotan dan penguatan ekonomi disamakan dengan kategori rusak sedang,” jelas Amran.
Pemerintah memprioritaskan penyaluran bantuan ke 16 kabupaten dan kota terdampak.
Satgas terus memperbarui data penerima setiap hari agar pencairan bantuan bisa dipercepat.
“Begitu data valid, bantuan langsung dibayarkan. Kami tidak menunggu hingga akhir bulan,” tegasnya.
Di sisi lain, Kemensos juga menyalurkan santunan duka bagi korban meninggal dunia dan bantuan bagi korban luka berat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut santunan telah ditetapkan sesuai aturan.
“Ahli waris korban meninggal menerima Rp15 juta, sedangkan korban luka berat Rp5 juta,” kata Gus Ipul.
Saat ini, pendataan masih berlangsung sehingga jumlah penerima santunan berpotensi bertambah.
Kemensos memproses santunan bagi 62 korban di Aceh dan 118 korban di Sumatra Utara melalui perbankan Himbara.
Pemerintah menegaskan seluruh bantuan disalurkan secara transparan dan diawasi berlapis.
Program ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumatra. (**)
Pemerintah Pastikan Kompensasi Korban Bencana Sumatra Tepat Sasaran dan Transparan






