Pesta Demokrasi Belum Dimulai, Puluhan Baliho Paslon Dirusak

Baliho Paslon Erwin - Jonaidi yang dirusak (foto: istimewa)

Seluma, mediabengkulu.co – Pemilihan kepala daerah serentak akan digelar oleh pihak Komisi Pemilihan Umum pada tanggal 27 November 2024 mendatang.

Akan tetapi pesta demokrasi belum dimulai, beberapa baleho Paslon diduga sengaja dirusak oleh oknum tak bertanggungjawab.

Seperti baleho milik Paslon Erwin Octavian – Jonaidi sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Seluma.

Yedi Kustanto, tim pemenangan Erwin – Jonaidi, mengatakan perusakan baleho ini bukan hanya menimbulkan kerugian materi tetapi juga merupakan tindakan kriminal yang tidak dapat ditoleransi.

Puluhan baliho yang rusak tersebar diberbagai wilayah didapil satu yang meliputi Kecamatan Seluma, Utara, Selatan dan Barat. Terutama di jalan-jalan lintas.

“Kami telah melakukan pengecekan diseluruh titik jalan mulai dari Sengkuang Jaya Kecamatan Seluma Barat hingga ke Kecamatan Seluma, dan menemukan puluhan baliho yang rusak,” terang Yedi, Jumat (23/8/2024).

Menurut Yedi perusakan baliho tersebut terjadi secara serentak dan diduga dilakukan pada dini hari Kamis (22/8).

Dari dokumentasi yang telah dikumpulkan, terlihat baliho-baliho tersebut dirusak dengan menggunakan benda tajam.

“Mari kita jaga pesta demokrasi ini dengan saling menjaga, menghormati tanpa kebencian,” ajak Yedi.

Masih dikatakan Yedi, sebelumnya ia telah berencana akan melaporkan perusakan baliho tersebut kepada pihak kepolisian, dengan beberapa bukti dan adanya dugaan orang yang terlibat pada perusakan tersebut.

“Hanya saja bapak bupati tidak menginginkan hal tersebut, dan untuk tetap bersabar, menghindari hal hal yang tidak diinginkan, sehingga beliau minta untuk kembali diperbaiki,” kata dia.

Untuk diketahui, Erwin Octavian merupakan Bupati Seluma aktif saat ini, dan akan kembali mencalonkan diri pada Pilkada Seluma mendatang berpasangan dengan Jonaidi.

Paslon Erwin – Jonaidi sudah mengantongi 19 dukungan kursi di DPRD Seluma, yaitu PPP enam kursi, Gerindra dua kursi, Golkar empat kursi, PKS tiga kursi, PKB dua kursi dan Gelora dua kursi.

Laporan: Alsoni Mukhtiar // Editor: Sony