PKL KZ Abidin I Pindah ke PTM, Walikota Gratiskan Sewa Tiga Bulan

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mendampingi relokasi PKL KZ Abidin I ke Pasar Tradisional Modern Bengkulu
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama jajaran membantu proses relokasi mandiri PKL KZ Abidin I ke Pasar Tradisional Modern, Jumat (30/1/2026). (Foto: ist)

Kota Bengkulu, mediabengkulu – Setelah puluhan tahun berjualan di atas trotoar, para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan KZ Abidin I akhirnya sepakat melakukan relokasi mandiri ke Pasar Tradisional Modern (PTM), Jumat (30/1/2026).

Kesepakatan ini menjadi langkah nyata penataan kota tanpa konflik, sekaligus membuka ruang usaha yang lebih layak bagi pedagang.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengapresiasi sikap kooperatif para PKL yang bersedia pindah secara sukarela setelah melalui proses dialog panjang dan persuasif.

“Ini contoh penataan kota yang berkeadilan. Pedagang mau pindah, pemerintah hadir memberi solusi,” kata Dedy Wahyudi, saat memantau relokasi.

Untuk meringankan beban pedagang, Pemerintah Kota Bengkulu memberikan insentif ekonomi berupa pembebasan uang sewa lapak selama tiga bulan pertama di PTM.

“Kami gratiskan sewa selama tiga bulan agar pedagang bisa beradaptasi dan usahanya tetap berjalan,” ujar Dedy.

Tak hanya itu, Pemkot juga mengeluarkan kebijakan pendukung lainnya. Seluruh Aparatur Sipil Negara diarahkan berbelanja di pasar sebagai upaya meningkatkan perputaran ekonomi pedagang.

Pemkot Bengkulu juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan memprioritaskan pedagang pasar dalam akses pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat.

Proses relokasi berlangsung humanis. Wali Kota Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny, dan jajaran turun langsung membantu memindahkan barang dagangan ke dalam pasar.

Penataan PKL ini diharapkan mempercantik wajah kota, mengembalikan fungsi trotoar, serta memperkuat ekonomi kerakyatan.

Pemkot Bengkulu menegaskan penataan kota akan terus dilakukan dengan pendekatan dialog dan keberpihakan pada kesejahteraan warga. (**)