Bengkulu, mediabengkulu – Polda Bengkulu memberikan pendampingan psikologis kepada korban bullying di salah satu SMA di Kota Bengkulu.
Langkah ini dilakukan untuk memulihkan trauma dan melindungi kesehatan mental korban pascakejadian.
Pendampingan dilakukan langsung ke rumah korban.
Tim psikolog Polwan dari Biro SDM Polda Bengkulu turun langsung, agar korban merasa aman dan nyaman selama proses pemulihan.
Dalam sesi trauma healing, korban diberi ruang untuk menyampaikan perasaan dan pengalaman yang dialami.
Tim psikologi menggunakan pendekatan empatik dan suportif untuk membantu korban mengelola emosi serta mengurangi kecemasan.
Pendekatan ini juga bertujuan membangun kembali rasa percaya diri korban yang sempat terganggu akibat tindakan perundungan.
Kabag Psikologi Biro SDM Polda Bengkulu, AKBP Merson Masluhadi, menegaskan bahwa dampak bullying tidak berhenti pada luka fisik.
“Bullying meninggalkan bekas psikologis yang dalam, terutama pada remaja yang sedang mencari jati diri,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pendampingan sejak dini.
Tanpa penanganan tepat, trauma dapat memengaruhi prestasi belajar dan kehidupan sosial korban.
Melalui pendampingan ini, Polda Bengkulu berharap korban dapat kembali beraktivitas dengan rasa aman dan tenang.
Pemulihan mental menjadi langkah awal agar korban tidak terjebak dalam tekanan berkepanjangan.
Polda Bengkulu juga mengajak pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental remaja.
Pencegahan bullying, kata dia, harus dilakukan bersama di lingkungan pendidikan dan keluarga. (**)
Polda Bengkulu Lakukan Trauma Healing Korban Bullying SMA






