Jakarta Utara, mediabengkulu.co – Ribuan warga Cilincing, Jakarta Utara, mulai menata kembali kehidupan pascabanjir pada Selasa (13/1/2026).
Banjir yang melanda tujuh kelurahan pada Senin (12/1/2026) memaksa 1.903 jiwa mengungsi sementara.
Untuk mendukung pemulihan psikologis warga, Biro SDM Polda Metro Jaya menghadirkan tim trauma healing bersama relawan mahasiswa Universitas Indonesia pada Rabu (14/1/2026).
Fokus utama adalah mendampingi anak-anak dan ibu-ibu yang masih tertekan akibat bencana.
Tim psikologi menyusuri permukiman warga, mendengarkan keluhan, dan mengajak anak-anak bermain.
Relawan mahasiswa UI seperti Belva Catalina Detalicia, Erinna Terta Magee, dan Sang Ayu Made Chanda Andika Putri terjun langsung membantu di lapangan.
Selain interaksi sosial, tim juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar, seperti selimut, handuk, makanan ringan, alat tulis, dan mainan anak-anak.
Pola ini bertujuan meringankan beban warga yang baru kembali dari pengungsian.
Kegiatan juga diisi edukasi singkat bagi ibu-ibu. Psikolog Polri memperkenalkan teknik pernapasan 4-7-8, metode sederhana untuk menenangkan tubuh dan pikiran di tengah stres pascabanjir.
Kombes Pol Budi Hermanto, Kabidhumas Polda Metro Jaya, menegaskan pentingnya kehadiran tim trauma healing.
“Setelah banjir, yang tersisa bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga kelelahan dan rasa cemas. Polri hadir untuk mendampingi warga agar mereka merasa tidak sendiri dan bisa pulih secara bertahap,” ujar Budi.
Belva Catalina Detalicia menambahkan,
“Melihat anak-anak tersenyum memberi rasa hangat, tapi kondisi mereka tetap menyedihkan. Pendekatan sederhana membuat warga lebih terbuka dan nyaman berbagi pengalaman.”
Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya saat darurat, tetapi juga selama fase pemulihan, agar warga dapat kembali beraktivitas dengan kondisi psikologis yang lebih baik. (**)
Polri dan Mahasiswa UI Dampingi Warga Cilincing Pulih Pascabanjir






