Aceh Tamiang, mediabengkulu.co – Polri turun langsung melayani kesehatan warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.
Tidak hanya membuka layanan medis, petugas juga mendatangi rumah warga melalui program home visit.
Pusdokes Polri bersama Bid Dokkes Polda Aceh menggelar pemeriksaan kesehatan, pemberian obat dan vitamin, serta edukasi kesehatan di Desa Tanjung Binjai dan Desa Kula Penaga, Rabu (14/1/2026).
Layanan ini melibatkan tim gabungan Biddokkes Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, Dokkes Polres Aceh Tamiang, dan Biddokkes Polda Aceh.
Sinergi lintas satuan ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan kesehatan warga pascabencana.
Kabid Dokkes Polda Aceh Kombes Pol dr. Dafianto Arief, mengatakan Polri fokus menangani penyakit yang umum muncul setelah banjir.
“Kami memastikan kesehatan warga tetap terjaga. Selain pengobatan, kami juga melakukan edukasi dan home visit bagi warga dengan kondisi khusus,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran tim dari berbagai Polda membuat layanan kesehatan menjangkau masyarakat secara lebih merata dan tepat sasaran.
Dokter tim medis, Penda I dr. Yuliantikha Nurul Qumariah, menyebut keluhan warga didominasi penyakit pascabanjir.
“Kasus terbanyak meliputi hipertensi, dermatitis, ISPA, diare, dan kolesterol tinggi. Kami juga memberi edukasi agar warga tetap sehat di lingkungan pascabanjir,” jelasnya.
Data pemeriksaan mencatat 193 warga menerima layanan kesehatan. Rinciannya, 70 pasien hipertensi, 50 dermatitis, 30 hiperkolesterolemia, 15 ISPA, 10 diare, lima diabetes melitus, dan tiga keluhan sakit gigi.
Tim medis juga melakukan home visit kepada warga dengan dugaan psoriasis vulgaris dan pasien stroke nonhemoragik.
Dokkes Polres Aceh Tamiang, APITU Faisal Riza Syahputra, menegaskan pendekatan jemput bola menjadi kunci pelayanan.
“Kami mendatangi langsung rumah warga yang tidak bisa ke pos kesehatan. Ini bentuk kehadiran Polri yang humanis,” katanya.
Kehadiran tim kesehatan Polri disambut positif warga. Sulaiman (52), warga Desa Tanjung Binjai, mengaku sangat terbantu.
“Sejak banjir banyak warga sakit. Polisi datang memeriksa, memberi obat dan vitamin. Kami merasa diperhatikan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Nur Aisyah (40), warga Desa Kula Penaga.
Menurutnya, layanan home visit sangat membantu lansia dan warga dengan keterbatasan mobilitas.
“Petugas datang langsung ke rumah. Kami merasa tidak sendirian,” tuturnya.
Melalui layanan ini, Polri berharap dapat mencegah lonjakan penyakit pascabencana sekaligus mempercepat pemulihan kualitas hidup warga Aceh Tamiang.
Polri menegaskan komitmennya untuk hadir, melayani, dan melindungi masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. (**)
Polri Layani Warga Aceh Tamiang dari Pintu ke Pintu






