Prabowo Pastikan Koperasi Desa Serap Hasil Panen, Petani Lepas dari Tengkulak

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan terkait Koperasi Merah Putih untuk petani dan nelayan di Rakornas 2026 Bogor
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Merah Putih akan memastikan hasil panen desa terserap, memutus ketergantungan petani dan nelayan pada tengkulak. (foto: ist)

Bogor, mediabengkulu – Presiden Prabowo Subianto menegaskan negara hadir memperkuat posisi petani dan nelayan. Pemerintah menyiapkan koperasi desa yang benar-benar operasional, bukan sekadar papan nama.

Komitmen itu disampaikan Prabowo saat Taklimat Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).

Melalui program Koperasi Merah Putih, pemerintah menargetkan sedikitnya 28.000 koperasi desa berfungsi penuh dalam beberapa bulan ke depan.

Setiap koperasi akan dilengkapi infrastruktur produksi dan distribusi.

“Minimal 28.000 koperasi. Tiap desa koperasi yang operasional, punya gudang, punya cold storage, dan dua truk,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan, koperasi dibangun untuk memutus ketergantungan petani dan nelayan pada tengkulak.

Selama ini, keterbatasan gudang dan transportasi membuat hasil panen dijual murah atau terbuang.

“Tidak akan ada panen yang tidak terjual. Kalau belum bisa dijual, disimpan dalam gudang,” tegasnya.

Menurut Prabowo, koperasi akan mengelola hasil produksi rakyat dari hulu ke hilir.

Hasil panen bisa disimpan, dikemas, dan dikirim langsung ke pasar tanpa perantara.

“Koperasi bisa kirim sendiri hasil panennya. Dulu menunggu siapa yang mau ambil. Tengkulaklah, perantara lah, sekarang tidak,” katanya.

Selain pertanian, Presiden juga menyoroti penguatan desa-desa nelayan. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional pemenuhan gizi.

Prabowo menilai ikan segar adalah sumber protein murah dan berkualitas bagi masyarakat.

“Kita bikin desa-desa nelayan supaya rakyat dapat ikan segar penuh protein, harganya bisa setengah dari daging,” ujarnya.

Presiden menegaskan, akses protein bukan kemewahan, melainkan hak rakyat. Pemerintah ingin setiap keluarga Indonesia tercukupi gizinya.

“Tiap keluarga Indonesia harus makan lauk protein tiap hari. Itu cita-cita Pemerintah Republik Indonesia. Itu cita-cita saya,” pungkas Prabowo.

Melalui Koperasi Merah Putih, pemerintah menargetkan desa menjadi pusat produksi yang kuat, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memastikan kesejahteraan petani dan nelayan meningkat secara nyata. (**)